Pembaruan Terkini Toggle Comment Threads | Pintasan Keyboard

  • Ibnu Rusman 00:13 on 3 May 2017 Permalink | Balas
    Tags:   

    💎 Imam Ahmad berkata :
    “Manusia sangat membutuhkan ilmu dari sekedar menyantap makanan dan minuman; karena makanan dan minuman dibutuhkan oleh manusia sekali atau dua kali dalam sehari. Sedangkan ilmu dibutuhkan setiap saat.”

    📖 (Thobaqot Al Hanabilah 1/147)

    Bahkan seluruh makhluk Allah sangat butuh kepada ilmu. Karena tidak akan tegak urusan makhluk kecuali dengan ilmu.

    Langit-langit dan bumi bisa berdiri kokoh adalah dengan ilmu, begitu pula diturunkannya para rasul dan kitab-kitab-Nya juga dengan ilmu. Serta tidak akan diketahui perkara halal-haram kecuali dengan ilmu.

    💎 _Anas bin Malik radhiallahu anhu berkata, :
    “Dua keinginan yang tidak pernah merasa puas darinya : Keinginan terhadap Ilmu dan keinginan terhadap dunia.”

    📖 Diriwayatkan oleh Al Hakim di dalam Mustadraknya

     
  • Ibnu Rusman 22:20 on 2 May 2017 Permalink | Balas
    Tags:   

    SALAH SATU TANDA BAIKNYA ISLAM SEORANG MUSLIM

    Setiap orang punya aktifitas dan waktu luang, dan disela-sela waktu luang banyak diantara kita yang menggunakan waktu luang diluar kendali, karena kesempatan mengendalikannya hanya 50 : 50 tergantung keimanan seseorang.

    Malaikat disebutkan dalam Al-Qur’an sebanyak 88 kali begitu juga dengan syaitan disebutkan dalam Al-Qur’an sebanyak 88 kali. Keseimbangan ini yang memacu semangat seseorang untuk meraih keimanan sekuat kemampuan kita mengalahkan syaitan.

    Ibnu Rajab rahimahullah berkata, “Mayoritas perkara yang tidak bermanfaat muncul dari lisan yaitu lisan yang tidak dijaga dan sibuk dengan perkataan sia-sia” (Jaami’ul ‘Ulum wal Hikam).

    Abu Ishaq Al Khowwash berkata, :
    Sesungguhnya Allah mencintai tiga hal dan membenci tiga hal.

    Perkara yang dicintai adalah :
    1. SEDIKIT MAKAN
    2. SEDIKIT TIDUR dan
    3. SEDIKIT BICARA.

    Sedangkan perkara yang dibenci adalah
    1. BANYAK BICARA,
    2. BANYAK MAKAN dan
    3. BANYAK TIDUR

    (HR. Al Baihaqi dalam Syu’abul Iman, 5: 48).

    Umar bin Abdul Aziz berkata, “Siapa yang menghitung-hitung perkataannya dibanding amalnya, tentu ia akan sedikit bicara kecuali dalam hal yang bermanfaat”

    Ibnu Rajab, mengomentari perkataan Umar bin Abdul Aziz : “Benarlah kata beliau. Kebanyakan manusia tidak menghitung perkataannya dari amalannya” (Jaami’ul ‘Ulum wal Hikam, 1: 291).

    Di antara tanda baiknya seorang muslim adalah ia meninggalkan hal yang sia-sia dan tidak bermanfaat. Sedangkan tanda orang yang tidak baik islamnya adalah sebaliknya.

    Sebagaimana Ibnu Rajab berkata, “Jika seseorang meninggalkan sesuatu yang tidak bermanfaat, kemudian menyibukkan diri dengan hal yang bermanfaat, maka tanda baik Islamnya telah sempurna” (Jaami’ul ‘Ulum wal Hikam, 1: 295).

    Semoga Allah, membimbing kami untuk mengisi hari-hari dengan hal yang bermanfaat dan menjauhi hal yang tidak bermanfaat.

     
  • Ibnu Rusman 10:11 on 3 May 2014 Permalink | Balas  

    Abu Darda’ radhiyallahu anhu berkata:: “Tanda orang bodoh itu ada 3 (tiga), yaitu:

    1. Bangga diri.
    2. Banyak bicara dalam hal yg tidak bermanfaat.
    3. Melarang orang lain dari suatu perbuatan, namun ia sendiri melakukannya.” (Lihat ‘Uyuunu Al-Akhbaar, karya Ibnu Qutaibah II/39).

    Jadi, Orang Pintar itu selalu berupaya membebaskan diri dari 3 Tanda Orang Bodoh di atas, dan juga dari tanda-tanda yg lainnya, seperti bermalas-malasan dalam beramal ibadah dan tidak peduli dengan menuntut ilmu agama, mengharapkan keselamatan dan kebahagian di dunia dan akhirat tetapi ia berjalan di atas jalan kesesatan, kesengsaraan.

    » Di dlm sebuah hadits, Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda (yg artinya): “Orang yg pintar ialah siapa saja yg menundukkan jiwanya (utk melakukan ketaatan kpd Allah, dan ia selalu beramal (sebagai bekal) untuk kehidupan setelah kematian. Sedangkan orang yg bodoh (lemah) itu ialah siapa saja yg selalu mengikuti bisikan (buruk) jiwanya, dan ia berangan-angan tinggi kepada Allah (namun tanpa disertai iman dan amal, pent).”

    » Seorang ahli hikmah berkata: “Engkau berharap keselamatan (di dunia n akhirat), tetapi engkau tidak mengikuti jalan-jalan keselamatan. Sesungguhnya kapal itu tidaklah berlayar di tempat yg kering.”

     
  • Ibnu Rusman 08:28 on 3 May 2014 Permalink | Balas  

    Nasehat untuk anak-anaku 

    Wahai Anak-anaku…

    Berhati-hatilah dengan kata-katamu, Jagalah lisanmu, berbicaralah yang baikatau diam.
    Jangan kau terlalu banyak menulis sesuatu yg tdk bermanfaat di fb atau twittermu,buanglah atau hapus sesuatu yag tidak perlu di statusmu karna itu akan dimintaper-tanggungjawab-kan di akhirat kelak.

    Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallambersabda, ^Sesungguhnya ada seorang hamba yang berbicaradengan suatu perkataan yang tidak dipikirkan bahayanya terlebih dahulu,sehingga membuatnya dilempar ke neraka dengan jarak yang lebih jauh dari padajarak antara timur dan barat.^ (HR. Muslim)

    Allah Ta’ala berfirman (yang artinya), ^Haiorang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan setiap diri hendaklahmemperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat)…^(QS.Al Hasyr: 18)

    Orang berakal wajib melihat waktunya, menanganiurusannya, dan menjaga lidahnya. Barangsiapa menghitung perkataannya termasukbagian dari amal perbuatannya, niscaya ia sedikit berbicara kecuali apa-apayang bermanfaat baginya

    Wahai Anak-anaku …

    Janganlah terlalu banyak berkeluh kesah di status fb-mu dan mengharap belaskasihan dari teman-temanmu. Sebagaimana seorang salaf pernah berkata ^Jika engkau mengeluhkan (kondisimu) kepada anakAdam maka sesungguhnya…  Engkau sedangmengeluhkan Allah Yang Maha Penyayang kepada anak Adam yang bukan penyayang…

    Berkeluh kesahlah hanya kepada Allah sebagamanaRasululloh bersabda ^Jika kamu meminta, mintalahkepada Allah. Jika meminta pertolongan, mintalah pertolongan kepada Allah^(Riwayat At Tirmidzi)

    Lihatlah Nabi Ya’qub ‘alaihissalam ketikamenghadapi kesedihan berupa kehilangan putranya, Yusuf, sehingga anak-anaknyayang lain mengiranya akan bertambah sakit dan sedih.

    Maka dengarlah jawabanNabi Ya’qub yang perlu diteladani setiap muslim,

    Dia (Ya’qub) menjawab: ^Sesungguhnya hanyalahkepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku.^ (QS Yusuf:86)

    Wahai anak-anaku …

    Ingatlah setiap kata yang kita ucapkan, baik perkataanyang baik atau buruk akan selalu dicatat oleh malaikat yang setiap saatmengawasi kita.

    Allah Ta’ala berfirman(yang artinya), ”Tiada suatu ucapanpun yangdiucapkannya melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir.”(QS. Qaaf: 18).

    Imam Ahmad pernah didatangi oleh seseorang dan beliaudalam keadaan sakit. Kemudian beliau merintih karena sakit yang dideritanya.Lalu ada yang berkata kepadanya (yaitu Thowus, seorang tabi’in yang terkenal),“Sesungguhnya rintihan sakit juga dicatat (oleh malaikat).” Setelah mendengar nasehatitu, Imam Ahmad langsung diam, tidak merintih. Beliau takut jika merintihsakit, rintihannya tersebut akan dicatat oleh malaikat. (Silsilah Liqo’at Al Bab Al Maftuh,11/5)

    Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu pernah mengatakan,“Tiada yang pernah kusesali selain keadaan ketika matahari tenggelam, masahidupku berkurang, namun amalanku tidak bertambah.”

    “Sesungguhnya seorang Mukmin itu melihat dosa-dosanya seolah-olah dia berada di kaki sebuah gunung, dia khawatir gunung itu akan menimpanya.
    Sebaliknya, orang yang durhaka melihat dosa-dosanya seperti seekor lalat yang hinggap di atas hidungnya, dia mengusirnya dengan tangannya –begini–, maka lalat itu terbang”. (HR. at-Tirmidzi)

    Haurgeulis, 1 Mei 2014

     
  • Ibnu Rusman 22:25 on 8 September 2013 Permalink | Balas
    Tags:   

    KEKUASAAN ITU NILAINYA TAK LEBIH DARI SEGELAS AIR.

    Pada suatu hari Ibnu Samak pernah masuk ke istana Harun ar-Rasyid, maka ar-Rasyid meminta untuk di hadirkan air minum untuknya.

    Berkata Ibnu Samak kepada beliau: “Wahai amirul mu’minin,demi Allah (saya bertanya kepadamu, jika seandainya engkau terhalangi (oleh penyakit dan tidak bisa meminum air ini kecuali harus mengobati terlebih dahulu, berapa dirham akan engkau bayar?”

    Beliau menjawab: “Dengan setangah kerajaanku”.

    Ibnu Samak bertanya lagi: “Kalau seandainya setelah kamu meminumnya lantas tidak bisa keluar dari badanmu, berapa banyak akan kamu bayar?

    Beliau menjawab, “Dengan setengahnya lagi dari kekuasaanku”.

    Ibnu Samak lantas mengatakan kepadanya, “Sungguh kerajaanmu nilainya tidak lebih dari segelas air, oleh karena itu tidak selayaknya untuk saling berlomba-lomba untuk mendapatkanya”.

    (Kitab Syadzraat dzahab fii akhbaari man dzahaba karangan Ibnul Amaad al-Hanbali juz 1/336)

     
  • Ibnu Rusman 21:48 on 8 September 2013 Permalink | Balas
    Tags: ,   

    SENYUMMU KEPADA SAUDARAMU ADALAH SEDEKAH

    Tebarkanlah senyum sesama kalian apabila bertemu, seperti dalam sebuah atsar dari salah seorang sahabat, bahwa Mu’adz bin Jabal radhiyallahu ‘anhu pernah mengatakan: ‘Apabila ada dua orang muslim bertemu lalu salah seorang diantara keduanya membikin senang temannya, kemudian ia mengambil tangannya (untuk berjabat tangan) maka dosa keduanya gugur sebagaimana daun berguguran dari pohonnya’

    (Dikeluarkan oleh Ibnu Abi Dunya dalam kitabnya al-Ikhwan hal: 114. Dan dikeluarkan juga oleh Hanad dalam kitabnya az-Zuhd no: 1028.)

    Rosullulloh shalallahu alaihi wassalam bersabda ^Senyumanmu kepada saudaramu itu bernilai sedekah”

    HR at-Tirmidzi no: 1956. Dinyatakan shahih oleh al-Albani.

    Maksud hadits ini, bahwa menunjukan wajah yang ceria dihadapan saudaramu apabila bertemu dengannya, itu akan diberi pahala sebagaimana halnya pahala ketika engkau bersedekah.
    (lih. Faidhul Qadir 3/297)

    Oleh karenanya, senyum bisa menyebarkan rasa cinta diantara kaum muslimin, menghibur perasaan, dan menumbuhkan rasa nyaman dan tenang didalam dada dan jiwa mereka.

    Ibnu Uyainah pernah menyatakan: ‘Wajah yang berbinar merupakan jaring untuk menangkap rasa sayang. Seperti, ketika dirimu bertemu dengan seseorang di jalan sedangkan raut mukamu menggambarkan kesedihan, gelisah dan gundah gulana, kemudian orang tersebut tersenyum kepadamu, maka engkau akan merasa kalau kesedihanmu itu telah hilang dan sirna’.

     
  • Ibnu Rusman 21:32 on 8 September 2013 Permalink | Balas
    Tags:   

    ^Ketika Abdullah bin Mas’ud berada pada saat menjelang wafatnya, beliau memanggil anaknya, kemudian berwasiat kepadanya:

    ” Wahai anakku (Abdurahman bin Abdullah bin Mas’ud), sesungguhnya saya berwasiat kepadamu lima perkara maka jagalah wasiat ini;

    1. Tunjukan kepada manusia jika dirimu tidak butuh pada harta mereka (mengambil yang bukan haknya), maka kamu akan meraih kekayaan yang hakiki.

    2. Tinggalkan senang meminta-minta pada orang lain karena sesungguhnya itu merupakan kefakiran yang akan selalu menghantuimu.

    3. Berilah orang lain udzur jika melakukan kesalahan dan jangan sekali-kali engkau tiru kesalahannya.

    4. Berusahalah untuk selalu beramal pada hari ini dan usahakan amalanmu sesuai sunnah.

    5. Jika kamu mengerjakan sholat maka sholatlah seperti sholatnya orang yang akan berpisah seakan-akan dirinya tidak akan sholat lagi setelahnya (maksudnya akan meninggal.pent)^

    (Washoya Ulama ‘indal maut hal 69-70)

     
  • Ibnu Rusman 21:29 on 8 September 2013 Permalink | Balas
    Tags:   

    WASIAT ASY-SYAIKH BADR BIN MUHAMMAD AL-BADR HAFIZHAHULLAH
    (Daurah Masjid Agung Manunggal Bantul 24-25 Agustus 2013)

    1. Bertaqwa kepada Allah. Allah Ta’ala melihatmu mengerjakan perintah-perintah-Nya, dan jangan sampai Allah melihatmu melanggar larangan-larangan-Nya. Taqwa adalah obat dan solusi segala kesempitan dan kesulitan

    2. Istiqomah di atas agama. Hal ini bisa dilakukan dengan dua cara; tidak menambah dan tidak mengurangi ajaran Rosulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam , serta mengamalkannya sesuai tuntunan beliau.

    3. Saling menasihati di antara kalian. Yakni atas kesalahan dan kekurangan yang terjadi. Sampaikanlah nasehat secara pribadi, jangan disebarkan, jangan dibuka di depan umum, karena yg demikian berarti menjatuhkannya. Disebutkan oleh asy-Syafi’i bahwa nasehat yang sebenarnya itu adalah nasehat yang disampaikan secara rahasia/tersembunyi. Adapun jika disampaikan secara terang-terangan (disampaikan secara terbuka), maka itu berarti menjatuhkan. Juga hendaknya nasehat disampaikan dengan cara yang lembut.

    4. Hendaknya bersemangat menjaga ukhuwwah (persaudaraan). Ingatlah bahwa seorang muslim adalah saudara muslim yang lainnya. Ukhuwwah Islamiyyah merupakan di antara nikmat Allah yang terbesar kepada kita. Bersyukurlah terhadap nikmat ukhuwwah ini.

    5. Aku wasiat kan kepada kalian untuk senantiasa mendengar dan mentaati waliyyul amr (pemerintah muslimin). Shahabat Abu Hurairah berkata: Waliyyul amr adalah pemerintah. Tentunya taat kepada pemerintah adalah dalam hal yang ma’ruf.

    6. Aku wasiatkan kepada kalian untuk tidak keluar dari ketaatan terhadap pemerintah, tidak memberontak pada pemerintah. Siapa yang mati demikian maka ia mati di atas jahiliah. Memberontak termasuk dosa besar. Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda “Barang siapa mengangkat senjata kepada kami maka tidak termasuk golongan kami.”

    7. Berbakti kepada kedua orang tua. Durhaka kepada kedua orang tua termasuk dalam kategori dosa besar. Dalam kitabnya al-Adab al-Mufrod, al-Bukhari menyebutkan hadits “berbaktilah kepada orang tua niscaya anak anak kalian berbakti kepada kalian.”

    8. Menjaga dan menjalin hubungan silaturrahmi dengan kerabat. 9. Aku wasiatkan kepada kalian untuk bersatu berjamaah dan tinggalkan furqoh (perpecahan). Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Berjamaah adalah rahmat, sedangkan furqoh itu adzab.

    10. Aku wasiatkan kepada kalian untuk senantiasa bersemangat dan bersungguh-sungguh dalam tholabul ilmi. Sesungguhnya ilmu merupakan warisan para nabi. Sekarang kami yang menyampaikan ini, maka di kemudian hari kalianlah yang menyampaikan.

    Jagalah wasiat wasiat tersebut niscaya bermanfaat bagi kalian.

     
  • Ibnu Rusman 22:36 on 6 June 2013 Permalink | Balas  

    Hadits Isra’ wal Mir’aj 

    Ada sekitar 16 shahabat yang meriwayatkan kisah isra miraj. Diantaranya: Umar bin Khattab, Anas bin Malik, Abu Dzar, Ibnu ‘Abbas, Jabir, Abu Hurairah, Ubay bin Ka’ab, Hudzaifah bin Yaman, Shuhaib, Ibnu Umar, Ibnu Mas’ud, dan Ali bin Abi Thalib –radhiallahu ‘anhum.

    Imam Al-Albani mengumpulkan berbagai riwayat tentang isra mi’raj dan beliau bukukan dalam karya yang berjudul: Al-Isra wal Mi’raj.

    “Atap rumahku terbelah ketika saya berada di Mekkah dalam keadaan antara tidur dan terjaga, lalu turunlah Jibril -’alaihis salam- dan membelah dadaku. Kemudian dia mencucinya dengan air zam-zam, lalu dia datang dengan membawa sebuah baskom dari emas yang penuh berisi hikmah dan iman dan menuangkannya ke dalam dadaku, kemudian dia menutupnya (dadaku). Kemudian didatangkan kepadaku Buroq – hewan putih yang panjang, lebih besar dari keledai dan lebih kecil dari bighol (peranakan keledai dengan kuda), dia meletakkan telapak kakinya di ujung pandangannya -.

    Sayapun menungganginya sampai tiba di Baitul Maqdis, lalu saya mengikatnya di tempat para nabi mengikat (tunggangan). Kemudian saya masuk ke mesjid dan sholat 2 raka’at (mengimami para nabi dan rasul) kemudian keluar. Kemudian kami (saya dan jibril) naik ke langit (pertama) dan Jibril minta izin untuk masuk, maka dikatakan (kepadanya), “Siapa engkau?” Dia menjawab, “Jibril”. Penjaga itu bertanya lagi, “Siapa yang bersamamu?” Dia menjawab, “Muhammad” Dia bertanya lagi, “Apakah dia telah diutus?” Jibril menjawab, “Dia telah diutus”. Maka dibukakan pintu langit untuk kami.

    Kemudian saya bertemu dengan seseorang yang duduk, sementara di sebelah kanan dan kirinya ada segerombolan bayang-bayang hitam. Jika melihat ke sebelah kanan beliau tertawa dan jika melihat sebelah kiri beliau menangis. Kemudian dia menyambutku dengan mengatakan:

    “Selamat datang nabi yang sholeh, anakku yang shaleh”.

    Kata Jibril, itu adalah Adam. Gerombolan hitam di sebelah kanannya adalah anak keturunannya ahli surga, dan sebelah kiri adalah keturunannya ahli neraka.

    Kemudian kami naik ke langit ke-2, lalu Jibril berkata, “bukalah pintu langit”. Penjaganya menanyakan seperti yang ditanyakan oleh penjaga langit pertama –lalu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menyebutkan bahwa beliau bertemu dengan Nabi Isa dan Yahya di langit kedua. Mereka menyambut dengan mengatakan:

    مرحبا بالأخ الصالح والنبي الصالح

    “Selamat datang saudaraku yang shaleh, nabi yang sholeh.”

    Nabi Yusuf di langit ke-3, Nabi Idris di langit ke-4, Nabi Harun di langit ke-5, Nabi Musa di langit ke-6 dan Nabi Ibrahim di langit ke-7. Beliau bersabda, ”Maka saya bertemu dengan Ibrahim dan dia sedang bersandar ke Baitul Ma’mur, satu bangunan yang dimasuki oleh 70.000 malaikat setiap harinya, dan jika mereka telah keluar, tidak akan kembali lagi.

    Lalu dia (Jibril) membawaku ke Sidratul Muntaha. Ternyata daun-daunnya seperti telinga-telinga gajah dan buahnya seperti tempayan besar. Tatkala dia diliputi oleh perintah Allah, diapun berubah sehingga tidak ada seorangpun dari makhluk Allah yang sanggup mengambarkan keindahannya. Juga diperlihatkan kepadaku empat sungai, dua sungai di dalam dan dua sungai di luar, maka saya berkata, “Apa kedua sungai ini, wahai Jibril?”. Dia menjawab, “Adapun dua sungai yang di dalam, maka itu adalah 2 sungai dalam surga. Adapun yang di luar maka dia adalah Nil dan Furoth”.

    Kemudian Jibril – alaihis salam – datang kepadaku dengan membawa sebuah bejana yang berisi khamar dan bejana yang berisi susu, lalu sayapun memilih susu. Maka Jibril berkata, “Engkau telah memilih fitrah”. Kemudian kami terus ke atas sampai saya tiba pada jenjang dimana saya bisa mendengar goresan pena. Lalu Allah mewahyukan kepadaku apa yang Dia wahyukan. Allah mewajibkan atasku 50 sholat sehari semalam.

    Kemudian saya turun kepada Musa –alaihis salam–. Lalu dia bertanya, “Apa yang diwajibkan Tuhanmu atas umatmu?”. Saya menjawab, “50 sholat”. Dia berkata, “Kembalilah kepada Tuhanmu dan mintalah keringanan, karena sesungguhnya umatmu tidak akan mampu mengerjakannya. Sesungguhnya saya telah menguji Bani Isra`il”.

    Sayapun kembali kepada Tuhanku seraya berkata, “Wahai Tuhanku, ringankanlah atas umatku”. Maka dikurangi dariku 5 sholat. Kemudian saya kembali kepada Musa dan berkata, “Allah mengurangi untukku 5 sholat”. Dia berkata, “Sesungguhnya umatmu tidak akan mampu mengerjakannya, maka kembalilah kepada Tuhanmu dan mintalah keringanan”. Hingga terus menerus saya bolak-balik antara Tuhanku – Tabaraka wa Ta’ala – dan Musa. Sampai pada akhirnya, Allah berfirman,

    يا محمد هن خمس صلوات في كل يوم وليلة بكل صلاة عشر فتلك خمسون صلاة

    “Wahai Muhammad, ini adalah 5 sholat sehari semalam, setiap sholat pahalanya 10, maka semuanya 50 sholat

    Barangsiapa yang berniat melakukan kebaikan, namun dia tidak melakukannya maka dicatat untuknya satu pahala, dan jika dia kerjakan maka dicatat untuknya 10 kali kebaikan. Barangsiapa yang berniat kejelekan lalu dia tidak mengerjakannya, maka tidak ditulis (dosa baginya) sedikitpun. Dan jika dia mengerjakannya, maka ditulis untuknya satu kejelekan”.

    Kemudian saya turun sampai saya bertemu dengan Musa –’alaihis salam– seraya aku ceritakan hal ini kepadanya. Dia berkata, “Kembalilah kepada Tuhanmu dan mintalah keringanan”, maka sayapun berkata, “Sungguh saya telah kembali kepada Tuhanku sampai sayapun malu kepada-Nya”. Kemudian saya dimasukkan ke dalam surga, ternyata di dalamnya ada gunung-gunung dari permata dan debunya adalah Misk.”

    Allahu a’lam, Semoga bermanfaat.

     
  • Ibnu Rusman 21:20 on 30 May 2013 Permalink | Balas
    Tags:   

    PARA NABIPUN BEKERJA

    Bekerja keras untuk menafkahi keluarga adalah ibadah, pekerjaan yang halal dan baik sangat dibutuhkan bagi semua muslim.

    Para nabi juga bekerja keras, bekerja keras dengan menggunakan tangan, salah satu pekerjaan terbaik bahkan inilah cara kerja para nabi ‘alaihimush sholaatu wa salaam. Dari Al Miqdam, dari Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda,

    مَا أَكَلَ أَحَدٌ طَعَامًا قَطُّ خَيْرًا مِنْ أَنْ يَأْكُلَ مِنْ عَمَلِ يَدِهِ ، وَإِنَّ نَبِىَّ اللَّهِ دَاوُدَ – عَلَيْهِ السَّلاَمُ – كَانَ يَأْكُلُ مِنْ عَمَلِ يَدِهِ

    “Tidak ada seseorang memakan suatu makanan yang lebih baik dari makanan hasil kerja keras tangannya sendiri. Dan Nabi Daud ‘alaihis salam makan dari hasil kerja keras tangannya.” (HR. Bukhari no. 2072)

    Nabi Zakariya alaihis salam adalah tukang kayu (HR. Muslim IV/1847 no.2379)

    Nabi Muhammad shallahu alaihi wasallah bekerja sebagai penggembala kambing milik ahli makkah dan pernah juga beliau bekerja sebagai pedagang milik khodijah radhiyallahu ‘anha.

    Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam pernah bersabda:

    « مَا بَعَثَ اللَّهُ نَبِيًّا إِلاَّ رَعَى الْغَنَمَ » . فَقَالَ أَصْحَابُهُ وَأَنْتَ فَقَالَ « نَعَمْ كُنْتُ أَرْعَاهَا عَلَى قَرَارِيطَ لأَهْلِ مَكَّةَ »

    “Tidaklah Allah mengutus seorang Nabi melainkan dia menggembala kambing”, lalu ada sahabat bertanya, “Apakah engkau juga ?”, beliau menjawab, “Iya, saya menggembala kambing dengan mendapatkan upah beberapa qiroth milik ahli Makkah” (HR. Bukhari II/789, dari Abu Hurairah)

     
c
Compose new post
j
Next post/Next comment
k
Previous post/Previous comment
r
Balas
e
Sunting
o
Show/Hide comments
t
Pergi ke atas
l
Go to login
h
Show/Hide help
shift + esc
Batal