Updates from Januari, 2012 Toggle Comment Threads | Pintasan Keyboard

  • Ibnu Rusman 09:59 on 31 January 2012 Permalink | Balas
    Tags: Tafsir   

    HARTA YANG MENGUNTUNGKAN

    ^Abu Talhah adalah seorang Anshar yg paling banyak memiliki harta di Madinan, dan harta yg paling di cintainya adalah BAIRUHA (sebuah kebun kurma).

    Setelah turun firman Allah : “kalian sekali-kali tidak akan sampai kepada kebajikan (yg sempurna) sebelum kalian menafkahkan sebagian harta yang kalian cintai” (Ali Imran:92)

    Lalu Abu Talhah mendatangi Nabi -Shalallahu alaihi wasallam- dan berkata ‘Sesungguhnya harta yg paling aku cintai adalah kebun Bairuha, dan sekarang aku sedekahkan agar aku dapat mencapai kebajikan dan sebagai simpananku disisi Allah Subhanahu wataala. Maka aku mohon sudilah engkau, wahai rasulullah mempergunakannya menurut apa yang diperlihatkan oleh Allah kepadamu. maka Nabi menjawab ^Wah.. Itu harta yang menguntungkan, itu harta yang menguntungkan dan aku telah mendengarnya, tetapi hendaklah kamu memberikannya kepada kaum kerabatmu^

    Abu Talhah menjawab, ^Akan aku lakukan sekarang, wakai rasulullah^
    lalu Abu Talhah membagi-bagikannya kepada kaum kerabatnya dan anak-anak pamannya.

    (Tafsir Ibnu Katsir jilid 4 terbitan Sinar Baru Algensindo)

    Iklan
     
  • Ibnu Rusman 09:54 on 31 January 2012 Permalink | Balas
    Tags:   

    Perayaan Maulid

    Ketika Daulah Fatimiyyah di Mesir berdiri pada akhir abad keempat muncullah perayaan atau peringatan maulid Nabi -shollallahu alaihi wa sallam- yang pertama dalam sejarah Islam, sebagaimana hal ini dikatakan oleh al-Migrizii dalam kitabnya ^Al-Mawa’idz wal i’tibar bidzikri al-Khuthoth wal Aatsar^ : Dahulu para Kholifah/penguasa Fatimiyyin selalu mengadakan perayaan-perayaan setiap tahunnya, diantaranya adalah perayaan tahun baru, Asy-Syura, Maulid Nabi -shollallahu alaihi wa sallam-, Maulid Ali bin Abi Thalib, Maulid Hasan dan Husein, Maulid Fatimah dll. (Al-Khuthoth 1/490)

    Asy Syaikh Ali Mahfuzh, berkata: ^Di antara pakar sejarah ada yang menilai, bahwa yang pertama kali mengadakan peringatan maulid Nabi ialah para raja kerajaan Fathimiyyah di Kairo, pada abad ke-4 H. Mereka menyelenggarakan enam perayaan maulid, yaitu maulid Nabi shalallahu alaihi wasallam, maulid Imam Ali bin Abi Thalib, maulid Sayyidah Fathimah Az Zahra, maulid Al Hasan dan Al Husain, dan maulid raja yang sedang berkuasa. Perayaan-perayaan tersebut terus berlangsung dengan berbagai modelnya, hingga akhirnya dilarang pada tahun 487 H pada masa Raja Al Afdhal bin Amirul Juyusy, beliau meninggal pada tahun 515 H Namun kemudian dihidupkan kembali pada masa Al Hakim bin Amrullah pada tahun 524 H, setelah hampir dilupakan orang. (Al Ibda’ Fi Mazhahiril Ibtida’ , hal. 126)

    Sesungguhnya perayaan maulid Nabi ini menyerupai orang-orang Kristen, padahal Nabi bersabda ^Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum maka dia termasuk kaum itu^ (HR. Abu Daud, Ahmad dan dishahihkan oleh al-Albani dalam Irwaul Gholil 5/109.)

     
  • Ibnu Rusman 09:48 on 31 January 2012 Permalink | Balas
    Tags: Majmu Fatawa   

    ALQUR’AN SEBAGAI OBAT HATI

    Ibnu Taimiyah –rahimahullah- berkata,
    Al Qur’an adalah obat mujarab untuk hati. Al Qur’an menjadi obat bagi hati yang terkena syubhat (racun pemikiran) dan syahwat (nafsu jelek untuk maksiat). Dalam Al Qur’an terdapat penjelas, di mana kebatilan dienyahkan oleh kebenaran. Penyakit syubhat yang merusak bisa enyah (pergi) karena adanya ilmu dan keinginan (yang baik), di mana hakikat sesuatu begitu jelas karenanya. Dalam Al Qur’an terdapat berbagai hikmah yang bisa dipetik, terdapat berbagai nasehat yang baik untuk memotivasi dalam beramal dan menakut-nakuti dari berbuat kejelekan. Dalam Al Qur’an juga terdapat kisah-kisah yang bisa diambil ‘ibroh (pelajaran) sehingga hati pun menjadi baik. Al Qur’an begitu memberi semangat hati pada hal-hal yang bermanfaat dan memperingatkan pula dari hal-hal yang membahayakan. Akhirnya, hati semakin cinta pada kebenaran dan benci pada kebatilan. Padahal sebelumnya bisa jadi hati sangat ingin berbuat kebatilan dan benci pada kebenaran.

    Al Qur’an sungguh bisa menghilangkan penyakit yang dapat mengantarkan pada keinginan-keinginan jelek (rusak) hingga baiklah hati. Keinginannya menjadi baik dan ia pun kembali pada fithrahnya yang telah ditabiatkan untuknya sebagaimana badan kembali pada tabi’atnya.

    Hati akan semakin hidup dengan adanya iman dan Al Qur’an. Sebagaimana badan semakin hidup dengan sesuatu yang dapat menumbuhkan dan menguatkannya. Suburnya hati itulah semisal dengan tumbuhnya badan.

    Sumber: Majmu’ Al Fatawa, Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah, Darul Wafa’, 10/95-96.

     
  • Ibnu Rusman 23:17 on 30 January 2012 Permalink | Balas
    Tags: Manhaj   

    Pelajaran di bulan Safar >>>
    http://mufiidah.net/download/89

     
  • Ibnu Rusman 22:29 on 30 January 2012 Permalink | Balas
    Tags:   

    ASAL MULA KELOMPOK FATIMIYYIN / BATHINIYYAH (Pencetus Perayaan Maulid Nabi)

    Pada tahun 317 H muncul di Maroko sebuah kelompok yang di kenal dengan Fatimiyyun (pengaku keturunan Fatimah binti Ali bin Abi Tholib) yang di pelopori oleh Abu Muhammad Ubeidullah bin Maimun al-Qoddah. Dia adalah seorang Yahudi yang berprofesi sebagai tukang wenter (jasa pewarna baju), dia pura-pura masuk ke Islam lalu pergi ke Silmiyah (Maroko). Kemudian dia mengaku sebagai keturunan Fatimah binti Ali bin Abi Tholib dan hal ini pun di percaya dengan mudah oleh orang-orang di Maroko hingga dia memiliki kekuasaan.

    Seorang ahli sastra Arab dan penyair pengikut mazhab Syafi’i yang bernama Ahmad bin Muhammad bin Ibrahim bin Kholkhon (608 H – 681 H) berkata tentang nasab Ubeidillah bin Maimun al-Qoddah : ^Semua Ulama sepakat untuk mengingkari silsilah nasab keturunannya dan mereka semua mengatakan bahwa, semua yang menisbatkan dirinya kepada Fatimiyyun adalah pendusta. Sesungguhnya mereka itu berasal dari Yahudi keturunan al-Qoddah. Ubeidillah binasa pada tahun 322 H, tapi keturunannya yang bernama al-Mu’iz bisa berkuasa di Mesir dan kekuasan Ubeidiyyun atau Fatimiyyun ini bisa bertahan hingga 2 abad lamanya hingga mereka dibinasakan oleh Sholahuddin al-Ayubi pada tahun 546 H.^ (Lihat Firoq Mu’ashiroh oleh DR Gholib Al-’Awajih 2/493-494)

    Ubeidullah al-Qoddah ini adalah pendiri madzhab/aliran Bathiniyyah yang didirikan untuk menghancurkan Islam dari dalam. Aqidah mereka sudah keluar dari Islam bahkan mereka lebih sesat dan lebih berbahaya dari Yahudi dan Nasrani. Tidak ada yang bisa membuktikan akan hal ini kecuali sejarah mereka yang bengis dan kejam terhadap kaum muslimin, kelompok inilah yang membunuh para jama’ah haji yang sedang berthowaf pada hari Tarwiyah (8 Dzulhijjah). Mereka jadikan Masjid Haram dan Ka’bah lautan darah di bawah kepemimpinan Abu Thohir al-Janaabi.

    Ketika pembantaian terhadap kaum muslimin itu, Abu Thohir mengatakan : ^Akulah Allah, Akulah Allah, Akulah yang menciptakan dan Akulah yang membinasakan^. ^Dimana itu burung (Ababil), mana itu batu-batu yang (di buat melempar Abrahah)???^.

    Setelah itu mereka buang jasad-jasad tersebut ke sumur zam-zam. Dan mereka cungkil pintu Ka’bah, mereka sobek kiswah Ka’bah serta mereka ambil hajar aswad dengan paksa dan mereka menyimpan hajar aswad di Mesir selama 22 tahun. (Lihat Bidayah wan Nihayah hal. 160-161 oleh Ibnu Katsir).

    Di sebutkan didalam kitab Al-Bida’ Al-Hauliyah Hal. 145, oleh Abdullah bin Abdul Aziz at-Tuwaijiry bahwa kelompok inilah yang pertama kali mengadakan perayaan Maulid Nabi. Mereka mempunyai cita-cita untuk merubah agama Islam dan memasukkan hal-hal yang bukan dari agama agar menjauhkan kaum muslimin dari agama yang benar ini. -Wallahu’alam

     
  • Ibnu Rusman 08:34 on 27 January 2012 Permalink | Balas  

    Islamic Calendar 2012 – Ummul Qura Hijri Dates 

    Islamic Calendar 2012 – Ummul Qura Hijri Dates.

     
  • Ibnu Rusman 07:51 on 27 January 2012 Permalink | Balas
    Tags:   

    BERLINDUNG DARI FITNAH DAJJAL

    عَنْ أَبِى الدَّرْدَاءِ أَنَّ النَّبِىَّ -صلى الله عليه وسلم- قَالَ : « مَنْ حَفِظَ عَشْرَ آيَاتٍ مِنْ أَوَّلِ سُورَةِ الْكَهْفِ عُصِمَ مِنَ الدَّجَّالِ » وفي رواية ـ من آخر سورة الكهف ـ

    Dari Abu Darda’ radhiyallahu anhu, bahwa Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda: ^Barangsiapa yang menghafal sepuluh ayat pertama dari surat Al-Kahfi, niscaya dia akan terlindungi dari (fitnah) Dajjal. Dan di dalam riwayat lain disebutkan: “(sepuluh ayat terakhir) dari surat Al-Kahfi.^

    (Diriwayatkan oleh Muslim I/555 no.809, Ahmad V/196 no.21760, Ibnu Hibban III/366 no.786, Al-Hakim II/399 no.3391, dan Al-Baihaqi dalam Syu’ab al-Iman V/453 no.2344).

    >>> Derajat Hadits
    Hadits ini derajatnya SHOHIH.

    Syaikh Al Albani berkata: “Hadits ini shohih.” (lihat Silsilah Al-Ahadits Ash-Shohihah II/123 no.582).
    Dan di dalam hadits lain dijelaskan maksud daripada perlindungan dan penjagaan dari fitnah Dajjal ialah sebagaimana sabda Nabi shallallahu alaihi wasallam:

    فَمَنْ أَدْرَكَهُ مِنْكُمْ فَلْيَقْرَأْ عَلَيْهِ فَوَاتِحَ سُورَةِ الْكَهْفِ [ فَإِنَّهَا جِوَارُكُمْ مِنْ فِتْنَتِهِ ]

    “…maka barangsiapa di antara kalian yang menjumpai Dajjal, hendaknya ia membacakan di hadapannya ayat-ayat pertama surat Al-Kahfi, karena ayat-ayat tersebut (berfungsi) sebagai penjaga kalian dari fitnahnya.”

    (SHOHIH. Diriwayatkan oleh Muslim dalam kitab Shohihnya bab Dzikru Dajjal, IV/2250 no.2937, dan Abu Daud II/520 no.4321, dari jalan Nawas bin Sam’an radhiyallahu anhu).
    Hadits ini dinyatakan SHOHIH oleh syaikh Al-Albani di dalam Silsilah Al-Ahadits Ash-Shohihah II/123 no.582, Tahqiq Misykat Al-Mashobih III/188 no.5475, dan Shohih wa Dho’if Sunan Abi Daud IX/321 no.4321.

     
  • Ibnu Rusman 11:19 on 26 January 2012 Permalink | Balas
    Tags:   

    Dan Malaikatpun menyimak bacaanmu

    Abu Said Al Khudri radhiallahu anhu bercerita:

    ^Pada suatu malam, Usaid bin Hudlair membaca (surat Al Kahfi) di tempat penambatan kudanya. Tiba-tiba kudanya meloncat, ia membaca lagi, dan kuda itupun meloncat lagi. Kemudian ia membaca lagi, dan kuda itu meloncat kembali. Usaid berkata, “Saya khawatir kuda itu akan menginjak Yahya, maka aku pun berdiri ke arahnya. Ternyata (aku melihat) sepertinya ada Zhullah (sesuatu yang menaungi) di atas kepalaku, di dalamnya terdapat cahaya yang menjulang ke angkasa hingga aku tidak lagi melihatnya. Maka pada pagi harinya, aku menemui Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan berkata, “Wahai Rasulullah, semalam saya membaca (Al Qur`an) di tempat penambatan kudaku namun tiba-tiba kudaku meloncat.” Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Bacalah wahai Ibnu Hudlair.” Kemudian aku pun membacanya lagi, dan kuda itu juga meloncat kembali. Beliau bersabda: “Bacalah wahai Ibnu Hudlair.” Kemudian aku pun membacanya lagi, dan kuda itu juga meloncat kembali. Beliau bersabda lagi, “Bacalah wahai Ibnu Hudlair.” Ibnu Hudlair berkata; Maka sesudah itu, akhirnya saya beranjak. Saat itu Yahya dekat dengan kuda, maka saya khawatir kuda itu akan menginjaknya. Kemudian saya melihat sesuatu seperti Zhullah (sesuatu yang menaungi) yang di dalamnya terdapat cahaya yang naik ke atas angkasa hingga saya tidak lagi melihatnya. Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pun bersabda: “Itu adalah Malaikat yang sedang menyimak bacaanmu, sekiranya kamu terus membaca, niscaya pada pagi harinya manusia akan melihatnya dan Malaikat itu tidak bisa menutup diri dari pandangan mereka^ (HR. Muslim no. 1327)

     
c
Compose new post
j
Next post/Next comment
k
Previous post/Previous comment
r
Balas
e
Sunting
o
Show/Hide comments
t
Pergi ke atas
l
Go to login
h
Show/Hide help
shift + esc
Batal