Updates from Agustus, 2010 Toggle Comment Threads | Pintasan Keyboard

  • Ibnu Rusman 04:14 on 31 August 2010 Permalink | Balas  

    IMAM SYAFI’I -RAHIMAHULLAH- SANG TELADAN 

    Nama Imam Syafi’i sudah sangat akrab dikenal di tengah masyarakat kita. Beliau adalah seorang ulama besar ASWAJA (Ahlusunnah wal Jama’ah), salah satu dari empat Imam yang madzhab mereka “mendunia” sampai sekarang. Ketiga imam yang lain, yaitu: Imam Abu Hanifah, Imam Malik, dan Imam Ahmad bin Hambal. (More …)

    Iklan
     
  • Ibnu Rusman 04:00 on 31 August 2010 Permalink | Balas
    Tags:   

    KESALAHAN DALAM MENJAWAB UCAPAN ‘JAZAKALLAH KHAIRAN’ 

    Banyak orang yang sering mengucapkan “waiyyak” (dan kepadamu juga) atau “waiyyakum” (dan kepada kalian juga) ketika telah dido’akan atau mendapat kebaikan dari seseorang.

    Apakah ada sunnahnya mengucapkan seperti ini? Lalu bagaimanakah ucapan yang sebenarnya ketika seseorang telah mendapat kebaikan dari orang lain misalnya ucapan “jazakallahu khair” atau “barakallahu fikum”? (More …)

     
  • Ibnu Rusman 16:03 on 30 August 2010 Permalink | Balas  

    PUASA SETAHUN PENUH 

    عَنْ أَبِي قَتَادَةَ أَنَّ رَجُلًا أَتَى النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ كَيْفَ تَصُومُ فَغَضِبَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنْ قَوْلِهِ فَلَمَّا رَأَى ذَلِكَ عُمَرُ قَالَ رَضِينَا بِاللَّهِ رَبًّا وَبِالْإِسْلَامِ دِينًا وَبِمُحَمَّدٍ نَبِيًّا نَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ غَضَبِ اللَّهِ وَمِنْ غَضَبِ رَسُولِهِ فَلَمْ يَزَلْ عُمَرُ يُرَدِّدُهَا حَتَّى سَكَنَ غَضَبُ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ كَيْفَ بِمَنْ يَصُومُ الدَّهْرَ كُلَّهُ قَالَ لَا صَامَ وَلَا أَفْطَرَ قَالَ مُسَدَّدٌ لَمْ يَصُمْ وَلَمْ يُفْطِرْ أَوْ مَا صَامَ وَلَا أَفْطَرَ شَكَّ غَيْلَانُ قَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ كَيْفَ بِمَنْ يَصُومُ يَوْمَيْنِ وَيُفْطِرُ يَوْمًا قَالَ أَوَ يُطِيقُ ذَلِكَ أَحَدٌ قَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ فَكَيْفَ بِمَنْ يَصُومُ يَوْمًا وَيُفْطِرُ يَوْمًا قَالَ ذَلِكَ صَوْمُ دَاوُدَ قَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ فَكَيْفَ بِمَنْ يَصُومُ يَوْمًا وَيُفْطِرُ يَوْمَيْنِ قَالَ وَدِدْتُ أَنِّي طُوِّقْتُ ذَلِكَ ثُمَّ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ثَلَاثٌ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ وَرَمَضَانُ إِلَى رَمَضَانَ فَهَذَا صِيَامُ الدَّهْرِ كُلِّهِ وَصِيَامُ عَرَفَةَ إِنِّي أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِي قَبْلَهُ وَالسَّنَةَ الَّتِي بَعْدَهُ وَصَوْمُ يَوْمِ عَاشُورَاءَ إِنِّي أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِي قَبْلَهُ

    Dari Abu Qatadah: Ada seorang laki-laki mendatangi Rasulullah lalu berkata,

    “Wahai Rasul, bagaimana cara Anda berpuasa?” Rasulullah marah mendengar perkataannya itu. Ketika Umar melihat kemarahan tersebut, ia langsung berkata, “Kami rela Allah menjadi Tuhan, Islam menjadi agama, Muhammad menjadi Nabi, dan kami berlindung kepada Allah dari murka-Nya.” Umar mengulang-ulang kalimat tersebut sampai kemarahan Rasulullah mereda. Kemudian Umar bertanya kepada Nabi, “Wahai Nabi, bagaimana dengan orang yang berpuasa setahun penuh?” Beliau menjawab, “Tidak dianggap puasa dan tidak dianggap tidak berpuasa. ” —riwayat lain: “la tidak berpuasa dan tidak berbuka “— Umar bertanya, “Bagaimana dengan orang yang berpuasa dua hari dan tidak berpuasa sehari?” Nabi menjawab, “Apakah ada yang mampu berpuasa seperti itu?” Umar bertanya, “Bagaimana dengan orang yang berpuasa sehari dan tidak berpuasa sehari?” Beliau menjawab, “Itu puasanya Nabi Daud.” Umar bertanya, “Bagaimana dengan orang yang berpuasa sehari dan tidak berpuasa dua hari?” Beliau menjawab, “Aku berharap bisa berpuasa seperti itu, ” Rasulullah lalu bersabda, “Puasa tiga hari setiap bulan, Ramadhan sekarang menuju Ramadhan berikutnya, itu adalah puasa setahun penuh. Puasa Arafah, aku berharap Allah akan menghapus dosa-dosa setahun sebelumnya dan setahun yang akan datang. Puasa sepuluh Muharram, aku berharap Allah akan menghapus dosa setahun sebelumnya.”

    (Shahih: Muslim)

     
  • Ibnu Rusman 22:38 on 21 August 2010 Permalink | Balas
    Tags:   

    ASAL KEMAKSIATAN

    Al Imam Ibnul Qoyim menyatakan:

    *“Asal semua kemaksiatan baik yang besar ataupun yang kecil ada tiga”*

    ⏩ Keterkaitan hati kepada selain Allah
    ⏩ Ketaatan terhadap kekuatan amarah
    ⏩ Ketaatan terhadap kekuatan syahwat

    Dan ketiga hal itu adalah kesyirikan, kedholiman, dan kekejian.

    ▶️ Maka puncak keterkaitan hati kepada selain Allah adalah kesyirikan dan penyeruan sesembahan yang lain bersaman dengan-Nya. Dan puncak ketaatan terhadap kekuatan amarah adalah pembunuhan. Dan puncak ketaatan terhadap kekuatan syahwat adalah perzinaan.

    ▶️ Oleh karena itulah Allah mengumpulkan ketiga hal itu dalam firman-Nya:

    {( والذين لا يدعون مع الله إلها أخر ولا يقتلون النفس التي حرّم الله إلا بالحق ولا يزنون )} [الفرقان: ٦٨]

    ▶️ “Dan orang-orang yang tidak menyeru bersama Allah sesembahan yang lain, dan tidak membunuh jiwa yang Allah haramkan kecuali dengan alasan yang benar, dan tidak berzina.” (QS Al Furqan: 68)

    ▶️ Tiga hal ini sebagiannya mengajak ke sebagian lainnya. Kesyirikan mengajak ke kedholiman dan kekejian, sebagaimana keikhlasan dan ketauhidan memalingkan keduanya dari pemiliknya. Allah berfirman:

    {( كذلك لنصرف عنه السوء والفحشاء إنه من عبادنا المخلصين )} [يوسف: ٢٤]

    ▶️ “Demikianlah agar Kami memalingkan darinya kejelekan dan kekejian, sesungguhnya dia termasuk dari hamba-hamba Kami yang terpilih.” (QS Yusuf:24)

    ▶️ Maka dalam ayat ini, kejelekan adalah kerinduan dan kekejian adalah perzinaan.

    ▶️ Seperti itu pula, kedholiman mengajak ke kesyirikan dan kenistaan, karena sesungguhnya kesyirikan merupakan kedholiman yang paling besar, sebagaimana keadilan yang paling besar adalah ketauhidan, maka keadilan teman dekatnya ketauhidan, dan kedholiman teman dekatnya kesyirikan. Oleh karena itulah Yang Maha Suci mengumpulkan keduanya. Maka yang pertama dalam firman-Nya:

    {( شهد الله أنه لا إله إلا هو والملائكة وأولوا العلم قائما بالقسط )} [آل عمران: ١٨]

    ▶️ “Allah mempersaksikan bahwasannya tidak ada sesembahan yang berhak diibadahi selain Dia, dan para malaikat dan orang-orang yang berilmu juga ikut mempersaksikannya, dan Dia menegakkan keadilan.” (QS Ali Imron :18)

    Sumber: forumsalafi

     
  • Ibnu Rusman 09:51 on 17 August 2010 Permalink | Balas
    Tags: ,   

    ORANG YANG MEMBACA AL QURAN DENGAN SUARA KERAS, SEPERTI ORANG YANG MENAMPAKKAN SEDEKAHNYA

    Rasulullah ﷺ bersabda,

    « الجاهر بالقرآن كالجاهر بالصدقة ، والمسر بالقرآن كالمسر بالصدقة »

    “Orang yang membaca Al Quran dengan suara keras, seperti halnya orang yang menampakkan sedekah. Orang yang membaca Al Quran dengan suara pelan, seperti halnya orang yang menyembunyikan sedekah.”

    HR. ABU DAWUD, AT TIRMIDZI DAN AN NASAI
    Shahih Shahihul Jami’ no. 3105

    ==========================

    Al Allamah Ibnu Baz rahimahullah mengatakan,

    وهذا يدل على أن السر أفضل كما أن الصدقة في السر أفضل، إلا إذا دعت الحاجة والمصلحة إلى الجهر.

    “Ini menunjukkan bahwa membaca dengan pelan lebih afdal, sebagaimana sedekah dengan sembunyi-sembunyi lebih baik. Kecuali, jika ada kebutuhan dan maslahat untuk membaca dengan keras.”

    Fatawa Islamiyah 4/40

     
  • Ibnu Rusman 03:09 on 13 August 2010 Permalink | Balas
    Tags:   

    AMAL TANPA ILMU, KERUSAKANNYA LEBIH BANYAK DARIPADA KEBAIKANNYA

    Dhirar bin Amr rahimahullah mengatakan,

    إن قوما تركوا العلم ومجالسة أهل العلم واتخذوا محاريب فصلوا وصاموا حتى يبس جلد أحدهم على عظمه وخالفوا السنة فهلكوا فوالله الذي لا إله غيره ما عمل عامل قط على جهل إلا كان ما يفسد أكثر مما يصلح.

    “Sekelompok orang meninggalkan ilmu dan majelis ulama. Lalu mereka berdiam di mihrab-mihrab. Mereka salat dan puasa, hingga tinggal kulit kering membalut tulangnya. Mereka pun menyelisihi sunnah dan binasa.

    Demi Allah yang tidak ada sesembahan selain-Nya, tidaklah seseorang beramal di atas kebodohan, kecuali apa yang dia rusak lebih banyak daripada apa yang dia perbaiki.”

    Talbis Iblis, karya Ibnul Jauzi hlm. 287 (Maktabah Syamilah)

     
  • Ibnu Rusman 15:47 on 12 August 2010 Permalink | Balas
    Tags: BAB PUASA   

    Definisi & Sejarah Turunnya Syariat Shaum Ramadhan 

    1. Ta’rif (Definisi) Ash-Shaum

    Secara Etimologi / Lughawi
    Secara lughowi (bahasa) Ash-Shaum (الصَّوْمُ) bermakna (الإِمْسَاكُ) yang artinya menahan. Atas dasar itu berkata Al-Imam Abu ‘Ubaid dalam kitabnya Gharibul Hadits :

    كُلُّ مُمْسِكٍ عَنْ كَلاَمٍ أَوْ طَعَامٍ أَوْ سَيْرٍ فَهُوَ صَائِمٌ

    “Semua orang yang menahan diri dari berbicara atau makan, atau berjalan maka dia dinamakan Sha`im (orang yang sedang bershaum).” [1]) (More …)

     
  • Ibnu Rusman 02:27 on 10 August 2010 Permalink | Balas
    Tags:   

    KESEMPURNAAN IMAN

    Yahya bin Muadz pernah berkata, “Ada enam perkara, apabila dimiliki oleh seseorang maka telah sempurnalah keimanannya :

    (1) memerangi musuh Allah dengan pedang,

    (2) tetap menyempurnakan puasa walaupun di musim panas,

    (3) tetap menyempurnakan wudhu walaupun di musim dingin,

    (4) tetap bergegas menuju mesjid (untuk melaksanakan shalat berjama’ah) walaupun di saat mendung,

    (5) meninggalkan perdebatan dan berbantah-bantahan walaupun ia tahu bahwa ia berada di pihak yang benar dan

    (6) bersabar saat ditimpa musibah.”

    (Hilyatul Auliya, karya Abu Nu’aim al-Ashbahani)

     
  • Ibnu Rusman 01:51 on 10 August 2010 Permalink | Balas
    Tags:   

    BERAMAL UNTUK DUNIA DAN AKHIRAT SESUAI KADARNYA

    Seorang laki-laki datang kepada Sufyan Ats-Tsauri lalu berkata: “Barikan aku wasiat”.

    Imam Sufyan Ats-Tsauri berkata: “Bekerjalah engkau untuk dunia sesuai kadar waktu engkau berada padanya, dan beramalah engkau untuk akhirat sesuai kadar waktu engkau tinggal padanya”

    (Hilyatul Auliya: 3/173)

     
  • Ibnu Rusman 23:26 on 7 August 2010 Permalink | Balas  

    WASIAT IBNU MAS’UD KEPADA ANAKNYA 

    Asy-Sya’bi berkata: “Ketika Abdullah bin Mas’ud berada pada saat menjelang wafatnya, beliau memanggil anaknya, kemudian berwasiat kepadanya:

    ” Wahai anakku Abdurahman bin Abdullah bin Mas’ud, sesungguhnya saya berwasiat kepadamu lima perkara maka jagalah wasiat ini;

    1. Tunjukan kepada manusia jika dirimu tidak butuh pada bantuan (harta) mereka, maka kamu akan meraih kekayaan yang hakiki,
    2. Tinggalkan senang meminta-minta pada orang lain karena sesungguhnya itu merupakan kefakiran yang akan selalu menghantuimu,
    3. Berilah orang lain udzur jika melakukan kesalahan dan jangan sekali-kali engkau tiru kesalahannya,
    4. Berusahalah untuk selalu beramal pada hari ini dan usahakan amalanmu lebih baik dari kemarin,
    5. Jika kamu mengerjakan sholat maka sholatlah seperti sholatnya orang yang akan berpisah seakan-akan dirinya tidak akan sholat lagi setelahnya (maksudnya akan meninggal.pent)”.

    (Washoya Ulama ‘indal maut hal. 69-70)

     
c
Compose new post
j
Next post/Next comment
k
Previous post/Previous comment
r
Balas
e
Sunting
o
Show/Hide comments
t
Pergi ke atas
l
Go to login
h
Show/Hide help
shift + esc
Batal