Berikut ini ringkasan faidah dari Ceramah Fadhilatus Syaikh Abdurrazzaq bin Abdul Muhsin Al-โ€™Abbad Al-Badr ~hafizhahumallah~ di Masjid Istiqlal pada Ahad, 10 Jumadil Akhir 1434 H / 21 April 2013 :

#1 Cinta kepada Rasulullah ~shallallahu โ€˜alaihi wa sallam~ termasuk syarat untuk dapat merasakan manisnya keimanan.

ุซู„ุงุซ ู…ู† ูƒู† ููŠู‡ ูˆุฌุฏ ุจู‡ู† ุญู„ุงูˆุฉ ุงู„ุฅูŠู…ุงู† ู…ู† ูƒุงู† ุงู„ู„ู‡ ูˆุฑุณูˆู„ู‡ ุฃุญุจ ุฅู„ูŠู‡ ู…ู…ุง ุณูˆุงู‡ู…ุง ูˆุฃู† ูŠุญุจ ุงู„ู…ุฑุก ู„ุง ูŠุญุจู‡ ุฅู„ุง ู„ู„ู‡ ูˆุฃู† ูŠูƒุฑู‡ ุฃู† ูŠุนูˆุฏ ููŠ ุงู„ูƒูุฑ ุจุนุฏ ุฃู† ุฃู†ู‚ุฐู‡ ุงู„ู„ู‡ ู…ู†ู‡ ูƒู…ุง ูŠูƒุฑู‡ ุฃู† ูŠู‚ุฐู ููŠ ุงู„ู†ุงุฑ

Ada tiga hal, yang jika tiga hal itu ada pada seseorang, maka dia akan merasakan manisnya iman. (Yaitu); Allah dan Rasul-Nya lebih dia cintai daripada selain keduanya; Mencintai seseorang, dia tidak mencintainya kecuali karena Allah; Benci untuk kembali kepada kekufuran setelah Allah menyelamatkan darinya, sebagaimana bencinya jika dicampakkan ke dalam api.โ€ (Muttafaq โ€˜alaih)

#2 Lebih mendahulukan Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wasallam daripada orang tuanya, anaknya, dan seluruh manusia bahkan sampai diri sendiri. Lebih mendahulukan Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wasallam dari pada emas, perak dan seluruh alam semesta dan kekayaannya.

ุนู†ู’ ุฃูŽู†ูŽุณู ู‚ูŽุงู„ูŽ ู‚ูŽุงู„ูŽ ุงู„ู†ูŽู‘ุจูู‰ูู‘ -ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู…- ยซู„ุงูŽ ูŠูุคู’ู…ูู†ู ุฃูŽุญูŽุฏููƒูู…ู’ ุญูŽุชูŽู‘ู‰ ุฃูŽูƒููˆู†ูŽ ุฃูŽุญูŽุจูŽู‘ ุฅูู„ูŽูŠู’ู‡ู ู…ูู†ู’ ูˆูŽุงู„ูุฏูู‡ู ูˆูŽูˆูŽู„ูŽุฏูู‡ู ูˆูŽุงู„ู†ูŽู‘ุงุณู ุฃูŽุฌู’ู…ูŽุนููŠู†ูŽยป

Anas bin Malik radhiyallahu โ€˜anhu berkata: โ€œNabi Muhammad shallallahu โ€˜alaihi wasallam bersabda: โ€œTidak beriman salah seorang dari kalian sampai aku ia lebih cintai daripada orangtuanya, anaknya dan seluruh manusia.โ€ HR. Bukhari dan Muslim

#3 Seseorang Akan Bersama Orang yang Dicintainyaโ€ฆ

ุนูŽู†ู’ ุฃูŽู†ูŽุณู ุฑูŽุถููŠูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู†ู’ู‡ู ุŒ ุฃูŽู†ู‘ูŽ ุฑูŽุฌูู„ู‹ุง ุณูŽุฃูŽู„ูŽ ุงู„ู†ู‘ูŽุจููŠู‘ูŽ ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ุนูŽู†ู ุงู„ุณู‘ูŽุงุนูŽุฉู ุŒ ููŽู‚ูŽุงู„ูŽ : ู…ูŽุชูŽู‰ ุงู„ุณู‘ูŽุงุนูŽุฉู ุŸ ุŒ ู‚ูŽุงู„ูŽ : โ€ ูˆูŽู…ูŽุงุฐูŽุง ุฃูŽุนู’ุฏูŽุฏู’ุชูŽ ู„ูŽู‡ูŽุง ุŸ โ€ ู‚ูŽุงู„ูŽ : ู„ูŽุง ุดูŽูŠู’ุกูŽ ุฅูู„ู‘ูŽุง ุฃูŽู†ู‘ููŠ ุฃูุญูุจู‘ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูŽ ูˆูŽุฑูŽุณููˆู„ูŽู‡ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ุŒ ููŽู‚ูŽุงู„ูŽ : โ€ ุฃูŽู†ู’ุชูŽ ู…ูŽุนูŽ ู…ูŽู†ู’ ุฃูŽุญู’ุจูŽุจู’ุชูŽ โ€ . ู‚ูŽุงู„ูŽ ุฃูŽู†ูŽุณูŒ : ููŽู…ูŽุง ููŽุฑูุญู’ู†ูŽุง ุจูุดูŽูŠู’ุกู ููŽุฑูŽุญูŽู†ูŽุง ุจูู‚ูŽูˆู’ู„ู ุงู„ู†ู‘ูŽุจููŠู‘ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ : โ€ ุฃูŽู†ู’ุชูŽ ู…ูŽุนูŽ ู…ูŽู†ู’ ุฃูŽุญู’ุจูŽุจู’ุชูŽ โ€ ุŒ ู‚ูŽุงู„ูŽ ุฃูŽู†ูŽุณูŒ : ููŽุฃูŽู†ูŽุง ุฃูุญูุจู‘ู ุงู„ู†ู‘ูŽุจููŠู‘ูŽ ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ูˆูŽุฃูŽุจูŽุง ุจูŽูƒู’ุฑู , ูˆูŽุนูู…ูŽุฑูŽ ูˆูŽุฃูŽุฑู’ุฌููˆ ุฃูŽู†ู’ ุฃูŽูƒููˆู†ูŽ ู…ูŽุนูŽู‡ูู…ู’ ุจูุญูุจู‘ููŠ ุฅููŠู‘ูŽุงู‡ูู…ู’ ูˆูŽุฅูู†ู’ ู„ูŽู…ู’ ุฃูŽุนู’ู…ูŽู„ู’ ุจูู…ูุซู’ู„ู ุฃูŽุนู’ู…ูŽุงู„ูู‡ูู…ู’ โ€œ

Dari Anas radhiyallahu โ€˜anhu bahwasanya ada seseorang yang bertanya kepada Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam tentang hari kiamat. Ia berkata, โ€œKapan hari kiamat terjadi?โ€ Maka beliau shallallahu โ€˜alaihi wa sallam balik bertanya, โ€œApa yang telah engkau persiapkan untuknya?โ€ Ia menjawab, โ€œTidak ada sama sekali. Hanya saja, sesungguhnya saya mencintai Allah dan Rosul-Nya.โ€ Maka beliau bersabda, โ€œEngkau bersama orang yang engkau cintai.โ€ Anas pun mengatakan, โ€œTidaklah kami berbahagia dengan sesuatu seperti halnya kebahagiaan kami dengan sabda Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam, โ€œEngkau bersama orang yang engkau cintai.โ€ Anas berkata, โ€œKarena saya mencintai Nabi, Abu Bakar dan Umar. Dan saya berharap saya bersama mereka karena kecintaan saya kepada mereka, meskipun saya tidak beramal seperti amal mereka.โ€ [HR Bukhari dan Muslim]

#4 Tidak ada yang lebih cinta kepada Rasulullah Shallallahu โ€˜Alaihi Wa Sallam daripada generasi terbaik, yaitu generasi para Sahabat Radiyallahu โ€˜anhum

#5 Cinta kepada Nabi Shallallahu โ€˜alaihi Wa Sallam tidak hanya klaim semata, akan tetapi cinta kepada Rasul akan memiliki tanda-tanda, yaitu Mengikuti Ajaran Nabiโ€ฆ

Ittibaโ€™ (mencontoh) Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam serta berpegang pada petunjuknya.

Allah Taโ€™ala berfirman,

ู‚ูู„ู’ ุฅูู†ู’ ูƒูู†ู’ุชูู…ู’ ุชูุญูุจู‘ููˆู†ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูŽ ููŽุงุชู‘ูŽุจูุนููˆู†ููŠ ูŠูุญู’ุจูุจู’ูƒูู…ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ูˆูŽูŠูŽุบู’ููุฑู’ ู„ูŽูƒูู…ู’ ุฐูู†ููˆุจูŽูƒูู…ู’

โ€œKatakanlah: โ€œJika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamuโ€.โ€ (QS. Ali Imron: 31)

#6 Tanda cinta kepada Rasulullah Shallallahu โ€˜Alaihi Wa Sallam yang kedua adalah dengan memperbanyak shalawat dan mengingat Rasulullahโ€ฆ

Dalam sebuah riwayat dari Husain bin โ€˜Ali bin Abi Thalib disebutkan bahwa Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam telah bersabda,

โ€œOrang yang bakhil (kikir/pelit) itu ialah orang yang (apabila) namaku disebut disisinya, kemudian ia tidak bershalawat kepadaku shallallahu โ€˜alaihi wa sallam.โ€ (Diriwayatkan oleh Imam Ahmad bin Hambal no. 1736, dengan sanad shahih)

#7 Tanda cinta kepada Allah berikutnya adalah rindu ingin melihat Rasulullah Shallallahu โ€˜Alaihi Wa Sallamโ€ฆ Kerinduan kepada beliau, akan menimbulkan semangat untuk ber-ittibaโ€™ kepada sunnah-sunnah beliau.

#8 Salah satu sunnah Nabi adalah memperbanyak shalawat kepada Nabi Shallallahu โ€˜Alaihi Wa Sallam, terlebih bershalawat di hari Jumat

ุฃูŽูƒู’ุซูุฑููˆุง ุนูŽู„ูŽู‰ู‘ูŽ ู…ูู†ูŽ ุงู„ุตู‘ูŽู„ุงูŽุฉู ููู‰ ูƒูู„ู‘ู ูŠูŽูˆู’ู…ู ุฌูู…ูุนูŽุฉู ููŽุฅูู†ู‘ูŽ ุตูŽู„ุงูŽุฉูŽ ุฃูู…ู‘ูŽุชูู‰ ุชูุนู’ุฑูŽุถู ุนูŽู„ูŽู‰ู‘ูŽ ููู‰ ูƒูู„ู‘ู ูŠูŽูˆู’ู…ู ุฌูู…ูุนูŽุฉู ุŒ ููŽู…ูŽู†ู’ ูƒูŽุงู†ูŽ ุฃูŽูƒู’ุซูŽุฑูŽู‡ูู…ู’ ุนูŽู„ูŽู‰ู‘ูŽ ุตูŽู„ุงูŽุฉู‹ ูƒูŽุงู†ูŽ ุฃูŽู‚ู’ุฑูŽุจูŽู‡ูู…ู’ ู…ูู†ู‘ูู‰ ู…ูŽู†ู’ุฒูู„ูŽุฉู‹

โ€œPerbanyaklah shalawat kepadaku pada setiap Jumโ€™at. Karena shalawat umatku akan diperlihatkan padaku pada setiap Jumโ€™at. Barangsiapa yang banyak bershalawat kepadaku, dialah yang paling dekat denganku pada hari kiamat nanti.โ€ (HR. Baihaqi dalam Sunan Al Kubro. Hadits ini hasan ligoirihi โ€“yaitu hasan dilihat dari jalur lainnya-)

#9 Jangan memanggil kepada Rasulullah Shallallahu โ€˜Alaihi Wa Sallam sebagaimana panggilan kepada selain beliau. Cara memanggil beliau adalah dengan mengagungkan beliau tanpa ghuluw atau meremehkannya, juga tidak boleh mengangkat suara kita di atas suara Nabiโ€ฆ

#10 Salah satu tanda cinta Rasulullah Shallallahu โ€˜Alaihi Wa Sallam adalah mencintai sahabat Nabi dan para istri Nabi.

#11 Tanda cinta kepada Nabi adalah mencintai orang yang berpegang teguh kepada sunnah dan para daโ€™i pendakwah sunnahโ€ฆ

#12 Diantara cinta kepada Nabi adalah mencintai beliau dengan kecintaan kepada islamโ€ฆcintanya ada di pertengahan, yaitu tidak terlalu ghuluw (berlebih2an) dalam mengagungkan dan tidak meremehkan/melecehkan beliau.

#13 Diantara orang yang meremehkan Nabi adalah karena lemahnya kecintaan kepada beliau, lebih mencintai dunia.

#14 Diantara orang yang meremehkan Nabi adalah tidak menghormati hadits2 dari Nabiโ€ฆ Mereka sengaja mempertanyakan kenapa begini dan begituโ€ฆ padahal Nabi tidak berkata dengan hawa nafsunyaโ€ฆ

#15 Diantara orang yang meremehkan Nabi adalah berpaling dari mempelajari sirah Nabi Shallallahu โ€œalaihi Wa Sallam.. Sesungguhnya siroh Nabi adalah sesuci-sucinya sirohโ€ฆ

#16 Diantara orang yang meremehkan Nabi adalah berbuat bidโ€™ah.. Barangsiapa yang tidak mencintai Nabi maka bukan termasuk umat Nabi.. Barangsiapa yang berbuat amalan yang tidak ada sunnahnya, maka ia akan tertolak.

#17 Diantara orang yang meremehkan Nabi adalah mencela para sahabat Nabi

Rasulullah shallahu โ€™alaihi wa sallam bersabda,

ู„ูŽุง ุชูŽุณูุจู‘ููˆุง ุฃูŽุญูŽุฏู‹ุง ู…ูู†ู’ ุฃูŽุตู’ุญูŽุงุจููŠ ููŽุฅูู†ู‘ูŽ ุฃูŽุญูŽุฏูŽูƒูู…ู’ ู„ูŽูˆู’ ุฃูŽู†ู’ููŽู‚ูŽ ู…ูุซู’ู„ูŽ ุฃูุญูุฏู ุฐูŽู‡ูŽุจู‹ุง ู…ูŽุง ุฃูŽุฏู’ุฑูŽูƒูŽ ู…ูุฏู‘ูŽ ุฃูŽุญูŽุฏูู‡ูู…ู’ ูˆูŽู„ูŽุง ู†ูŽุตููŠููŽู‡ู

โ€Janganlah mencaci maki salah seorang sahabatku. Sungguh, seandainya salah seorang di antara kalian menginfakkan emas sebesar gunung Uhud, maka itu tidak menyamai satu mud (yang diinfakkan) salah seorang mereka dan tidak pula separuhnya.โ€ [HR Muslim]

#18 Jangan berlebih-lebihan (ghuluw) kepada Rasulullah, karena sikap ghuluw telah menghancurkan umat2 sebelum kitaโ€ฆ seperti halnya orang2 Nashrani terlalu ghuluw kepada Nabi Isaโ€ฆ SUdah selayaknya kita bersikap tengah2, yaitu tidak berlebih2an dan juga tidak meremehkan beliau.

#19 Nabi telah menutup segala perkara yang menyimpang dari islamโ€ฆ Rasulullah melarang orang yang ghuluw terhadap beliau, misalnya ketika ada orang yang berkata โ€œmasya Allah wa syiโ€™taโ€, maka beliau pun melarang perbuatan tersebut.

#20 Janganlah seseorang melakukan hal2 yang tidak diajarkan dengan alasan ini karena mencintai Rasulullah Shallallahu โ€˜Alaihi Wa Sallamโ€ฆ Niat yang baik tetapi jika tidak sesuai dengan sunnah maka akan tertolak amalannyaโ€ฆ Jangan berbuat seperti ini, โ€œaku melakukan ini semata2 karena kami mencintai Nabiโ€ (padahal tidak ada tuntunannya)

#21 Tata cara kita mencintai Nabi Shallallahu โ€˜Alaihi Wa Sallam sebaiknya mencontoh Abu Bakar, Umar bin Khattab, Utsman bin Affan dan Ali bin Abi Thalib dalam mencintai beliauโ€ฆ Cinta yang benar itu yang diikuti โ€˜ittibaโ€™ , bukan cinta karena ghuluw.

#22 Syaikh Abdurrazaq bin Abdul Muhsin Al Abbad Al Badr dalam menutup kajian ini dengan berdoa dan hamdalahโ€ฆ subhanallahโ€ฆ Semoga kita bisa mengambil faidah dari kajian tadi dan ilmu yang diberikan oleh Fadhilatusy Syaikh bisa bermanfaat untuk kita semua.

Iklan