Tagged: KITAB HILYATUL AULIYA Toggle Comment Threads | Pintasan Keyboard

  • Ibnu Rusman 13:47 on 24 July 2017 Permalink | Balas
    Tags: Hilyatul Aulia, KITAB HILYATUL AULIYA   

    SEDIKITNYA ORANG YANG SHALIH UNTUK BISA DIJADIKAN TEMAN 

    Umar radhiyallahu anhu berkata:

     

    اعتزل ما يؤذيك، وعليك بالخليل الصالح وقلما تجده، وشاور في أمرك الذين يخافون الله.

     

    “Tinggalkan hal-hal yang menyakitimu, bertemanlah dengan orang yang shalih walaupun engkau akan sulit mendapatkannya, dan bermusyawarahlah tentang urusanmu dengan orang-orang yang takut kepada Allah.”

     

    (Hilyatul Auliya’, no. 8996)

    Iklan
     
  • Ibnu Rusman 22:36 on 23 February 2012 Permalink | Balas
    Tags: , KITAB HILYATUL AULIYA   

    BERAMAL UNTUK DUNIA DAN AKHIRAT SESUAI KADARNYA 

    Seorang laki-laki datang kepada Sufyan Ats-Tsauri lalu berkata: “Berikan aku wasiat”.

    Imam Sufyan Ats-Tsauri berkata:

    “Bekerjalah engkau untuk dunia sesuai kadar waktu engkau berada padanya, dan beramalah engkau untuk akhirat sesuai kadar waktu engkau tinggal padanya”

    (Hilyatul Auliya, jld. 3 hal. 173)

     
  • Ibnu Rusman 22:23 on 23 February 2012 Permalink | Balas
    Tags: KITAB HILYATUL AULIYA   

    SAHABAT SEJATI ADALAH KETIKA DALAM KESUSAHAN

    Al-Fudhail bin Iyadh rahimahullah berkata:

    «أنا لا أعتقد أخا الرجل في الرضا، ولكن أعتقد أخاه في الغضب»

    “Saya tidak menganggap seseorang sebagai saudara ketika dia hanya berbuat baik dalam keadaan ridha saja, tetapi saya akan menganggapnya sebagai saudara ketika dia tetap berbuat baik walaupun dalam keadaan marah.”

    (Hilyatul Auliya, jilid 8 hal. 96)

     
  • Ibnu Rusman 01:26 on 24 January 2011 Permalink | Balas
    Tags: KITAB HILYATUL AULIYA   

    KEKUATAN IMAN 

    Berkata Syumaith bin ‘Ajlan رحمه الله:

    “Sesungguhnya Allah ‘Azza wa Jalla menjadikan kekuatan seorang mukmin ada dalam hatinya dan tidak pada tubuhnya.

    Tidakkah kalian melihat bahwasannya ada orang tua yang badannya lemah tetap mampu berpuasa di siang hari dan qiyamul lail pada malam hari, sedangkan seorang pemuda merasa berat (tidak mampu) untuk melakukan hal tersebut.”

    (Hilyatul ‘Auliya jld.3 hal.130).

     
  • Ibnu Rusman 01:25 on 23 January 2011 Permalink | Balas
    Tags: KITAB HILYATUL AULIYA   

    CARA MENYIKAPI KESALAHAN SAUDARAMU 

    Umar bin al-Khaththab radhiyallahu anhu berkata:

    إذا رأيتم أخاً لكم زل زلة فسددوه، ووفقوه، وادعوا الله أن يتوب عليه، ولا تكونوا عونا ًللشيطان عليه.

    “Jika kalian melihat salah seorang saudara kalian tergelincir, maka luruskanlah, bimbinglah, berdoalah kepada Allah agar memberinya taubat, dan jangan membantu syaithan untuk menghancurkannya!”

    (Hilyatul Auliya karya Abu Nu’aim al-Ashbahani)

     
  • Ibnu Rusman 01:28 on 21 January 2011 Permalink | Balas
    Tags: KITAB HILYATUL AULIYA   

    JANGAN BERAKHLAQ BURUK JIKA TIDAK MAMPU MEMBANTU ORANG LAIN 

    Ibrahim bin Adham rahimahullah berkata:

    من لم يواس الناس بماله وطعامه وشرابه، فليواسهم ببسط الوجه والخلق الحسن.

    “Siapa yang tidak mampu menyenangkan orang lain dengan harta, makanan, dan minuman yang dia miliki,

    hendaklah dia menyenangkan mereka dengan wajah yang ceria dan akhlaq yang mulia.”

    (Hilyatul Auliya’, jilid 7 hlm. 389)

     
  • Ibnu Rusman 01:32 on 20 January 2011 Permalink | Balas
    Tags: KITAB HILYATUL AULIYA   

    SEGAN TERHADAP ALLAH 

    berkata Al-Fudhail bin Iyadh rahimahullah:

    “Sesungguhnya saja makhluk itu segan terhadapmu berdasarkan kadar seganmu terhadap Allah.”

    (Hilyatul auliya jld.8 hal.110)

     
  • Ibnu Rusman 01:30 on 17 January 2011 Permalink | Balas
    Tags: KITAB HILYATUL AULIYA   

    KISAH DAN PELAJARAN 

    Abu Nuaim menyebutkan di dalam kitab “al-hilyah”:

    “Adalah Abu Muslim Al-Khaulani jika ia masuk ke dalam rumahnya niscaya istrinya mengambil/menyambut selendang dan kedua sendalnya kemudian ia membawakan/menghidangkan makanannya kepadanya.

    Ia (Abu Nuaim) berkisah: lalu ia (Abu Muslim) masuk ke dalam rumah ternyata rumah tersebut di dalamnya tidak terdapat lampu pelita, dan ternyata istrinya sedang duduk-duduk di dalam rumah sambil menundukkan kepala (kearah lantai) menusuk-nusuk kayu yang ada padanya (ke lantai)!!! Lalu ia (Abu Muslim) bertanya kepadanya: ada apa denganmu?!! Ia menjawab: engkau memiliki kedudukan/jabatan dari Mu’awiyah (Khalifah), dan kita tidak memiliki seorang pelayan, maka sekiranya engkau meminta kepadanya maka ia pasti memberikan pelayan kepada kita dan ia pasti memberimu . Lalu ia berdoa:

    اللهم من أفسد على امرأتي فأعم بصرها

    ya Allah, barang siapa yang telah merusak atas istriku maka butakanlah pandangan matanya
    .

    Ia (Abu Nuaim) berkisah: dan sungguh telah datang seorang wanita sebelum itu, lalu ia berkata kepadanya (istrinya Abu Muslim): suamimu memiliki kedudukan/jabatan dari Mu’awiyah maka sekiranya engkau mengatakan kepadanya ia meminta kepada Mu’awiyah memberikan pelayan kepadanya dan ia pasti memberikannya niscaya hidup kalian (menjadi lebih baik)

    Ia (Abu Nuaim) berkisah: maka tatkala wanita tersebut sedang duduk-duduk di dalam rumahnya, iapun mengingkari (apa yang terjadi) terhadap matanya!!! Lalu ia berujar: mengapa lampu pelita kalian ini padam!!!

    Mereka menjawab: tidak!! Lalu iapun tahu bahwa ternyata ia telah menjadi buta, dan iapun mengetahui dosa/kesalahannya.

    Lalu iapun segera menuju kepada Abu Muslim sambil menangis dan meminta kepadanya berdoa kepada Allah untuknya agar Allah mengembalikan pandangan matanya.

    Ia (Abu Nuaim) berkisah: lalu ia (Abu Muslim) merasa kasihan terhadapnya maka iapun berdoa kepada Allah untuknya lalu Allah mengembalikan pandangan matanya.”

     

    (Hilyatul auliya 2/130, shifah ash-shafwah, Ibnul Jauzi 4/212)

     
  • Ibnu Rusman 00:41 on 22 September 2010 Permalink | Balas
    Tags: KITAB HILYATUL AULIYA   

    TANDA SESEORANG MENCINTAI ORANG LAIN KARENA ALLAH 

    Sufyan ats-Tsaury rahimahullah berkata:

    إذا أحببت في الله، ثم أحدث حدثا، فلم تبغضه عليه، فلم تحبه في الله!

    “Jika engkau mengaku mencintai seseorang karena Allah, lalu ketika dia melakukan sebuah dosa engkau tidak marah kepadanya, maka hakekatnya engkau tidak mencintainya karena Allah.”

    (Hilyatul Auliya’, jilid 7 hlm. 34)

     
  • Ibnu Rusman 00:40 on 22 September 2010 Permalink | Balas
    Tags: KITAB HILYATUL AULIYA   

    GHIBAH MERUSAK UKHUWAH FILLAH  

    Di antara perkataan salaf,

    Fudhail bin iyadh رحمه الله berkata,

    “Apabila ada GHIBAH, maka akan hilang UKHUWAH FILLAH (persaudaraan karena Allah).”

    Hilyatul Auliya’ jilid 8 hal. 96

     
c
Compose new post
j
Next post/Next comment
k
Previous post/Previous comment
r
Balas
e
Sunting
o
Show/Hide comments
t
Pergi ke atas
l
Go to login
h
Show/Hide help
shift + esc
Batal