Updates from Januari, 2018 Toggle Comment Threads | Pintasan Keyboard

  • Ibnu Rusman 01:07 on 10 January 2018 Permalink | Balas  

    MINTALAH KEPADA ALLAH ILMU YANG BERMANFAAT 

    Diantara doa Rasululloh shallallaahu ‘alaihi wa sallam ucapkan adalah:

    اللَّهُمَّ انْفَعْنِي بِمَا عَلَّمْتَنِي، وَعَلِّمْنِي مَا يَنْفَعُنِي، وَارْزُقْنِي عِلْمًا تَنْفَعُنِي بِهِ

    “Ya Allah, berilah aku manfaat dengan apa yang telah Engkau ajarkan kepadaku; Ajarilah aku apa yang bermanfaat bagiku; Berilah aku rezeki berupa ilmu yang dengannya Engkau memberi manfaat kepadaku.” (HR. al-Hakim [1/510], al-Baihaqi dalam ad-Da’awat al-Kabir [157—158], ath-Thabarani dalam ad-Du’a [3/1405/1455]; dari Anas bin Malik radhiallahu ‘anhu. Lihat Silsilah ash-Shahihah no. 3151)

    اللهم انفعني بما علمتني وعلمني ما ينفعني وارزقني علما

    “Ya Allah, berikanlah manfaat kepadaku dengan apa-apa yang Engkau ajarkan kepadaku, dan ajarkanlah aku apa-apa yang bermanfaat bagiku. Dan tambahkanlah ilmu kepadaku.”

    (Hadits shahih: Diriwayatkan oleh at-Tirmidzi no. 3599, dan ibnu Majah no. 251, 3833, dari Shahabat Abu Hurairah radhiyallaahu’anhu. Lihat Shahiih Sunan at-Tirmidzi no. 2845 dan Shahiih Sunan lbni Majah no. 203)

    Syaikh Bakr Abu Zaid berkata:

    “Wahai para penuntut ilmu! Tingkatkan harapan kalian, kembalilah kepada Allah dengan berdo’a dan menghinakan diri dihadapanNya.

    Sungguh Syaikul Islam Ibnu Taimiyah dikala kesusahan dalam memahami tafsir suatu ayat dalam Al-Qur’an, beliau sering mengucapkan dalam do’anya:

    “Wahai Allah Dzat yang telah meng’ajarkan Nabi Adam dan Ibrahim ajarkanlah saya, wahai Allah Dzat yang telah memahamkan Nabi Sulaiman fahamkanlah saya”,

    kemudian setelah berdo’a seperti ini maka beliau diberikan kemudahan dalam memahami tafsirnya”. (al-Hilyah: 58-59)

     
  • Ibnu Rusman 02:19 on 7 November 2017 Permalink | Balas  

    JANGAN BOSAN BELAJAR ILMU SYAR’I 

     

    ✍️ Jangan Engkau Merasa Cukup Dari Majelis Ilmu, Bisa Jadi Ada Satu Faidah Yang Bermanfaat Bagimu Yang Belum Pernah Engkau Dengar Sama Sekali!!!

    💎 Berkata Zubaid Bin Al Harits -rahimahullah-;

    ” سمعت كلمة، فنفعني الله بها ثلاثين سنة.”

    ” Aku mendengar sebuah kalimat, maka Alloh memberiku manfaat dengannya selama tiga puluh tahun.”

    📚Hilyah Al Auliya’ 5/29

     
  • Ibnu Rusman 14:43 on 20 August 2017 Permalink | Balas  

    KEBAIKAN YANG ENGKAU DAPATKAN DARI MUSUHMU LEBIH BANYAK DIBANDINGKAN DARI TEMAN 

    Fudhail bin Iyyadh rahimahullah berkata:

    حسناتك من عدوك أكثر منها من صديقك

    Kebaikan yang engkau dapatkan dari musuhmu lebih banyak dibandingkan dari temanmu

    Ada yang bertanya:

    وكيف ذلك يا أبا علي ؟

    _Bagaimana bisa seperti itu wahai Abu Ali?_

    Fudhail menjawab:

    إن صديقك إذا ذُكرت بين يديه قال : عافاه الله ، وعدُوُّكَ إذا ذُكرت بين يديه يغتابك الليل والنهار , وإنما يدفع المسكين حسناته إليك

    Sesungguhnya temanmu jika engkau disebut di hadapannya dia mendoakanmu, semoga Allah memberinya keselamatan.

    Sedangkan musuhmu jika engkau disebut di hadapannya maka dia menggibahimu siang dan malam. Padahal musuhmu yang perlu dikasihani itu hakekatnya dia terus memberikan kebaikannya kepadamu.

    فلا ترضى إذا ذُكر بين يديك أن تقول : اللهم أهلكه

    Maka engkau jangan ridha jika musuhmu itu disebutkan di hadapanmu, engkau mengatakan, Ya Allah, binasakanlah dia.

    بل ادع الله : اللهم أصلحه, اللهم راجع به ويكون الله معطيك أجر ما دعوت به

    Bahkan hendaknya engkau berdoa kepada Allah, Ya Allah, perbaikilah keadaannya. Ya Allah, kembalikan dia kepada kebenaran. Jika seperti itu maka Allah akan memberimu pahala dari doa yang engkau panjatkan.

    Sebaliknya siapa yang mengatakan:

    اللهم أهلكه فقد أعطى الشيطان سؤاله لأن الشيطان إنما يدور على هلاك الخلق.

    Ya Allah, binasakanlah dia. Maka dia telah memberikan doanya kepada setan, karena sesungguhnya setan berkeliaran dengan tujuan untuk membinasakan hamba-hamba Allah.”

    (Hilyatul Auliya’, VIII/97)

    Sumber || http://bit.ly/2ugcjvE

     
  • Ibnu Rusman 22:36 on 23 February 2012 Permalink | Balas
    Tags: ,   

    BERAMAL UNTUK DUNIA DAN AKHIRAT SESUAI KADARNYA 

    Seorang laki-laki datang kepada Sufyan Ats-Tsauri lalu berkata: “Berikan aku wasiat”.

    Imam Sufyan Ats-Tsauri berkata:

    “Bekerjalah engkau untuk dunia sesuai kadar waktu engkau berada padanya, dan beramalah engkau untuk akhirat sesuai kadar waktu engkau tinggal padanya”

    (Hilyatul Auliya, jld. 3 hal. 173)

     
  • Ibnu Rusman 22:23 on 23 February 2012 Permalink | Balas
    Tags:   

    SAHABAT SEJATI ADALAH KETIKA DALAM KESUSAHAN

    Al-Fudhail bin Iyadh rahimahullah berkata:

    «أنا لا أعتقد أخا الرجل في الرضا، ولكن أعتقد أخاه في الغضب»

    “Saya tidak menganggap seseorang sebagai saudara ketika dia hanya berbuat baik dalam keadaan ridha saja, tetapi saya akan menganggapnya sebagai saudara ketika dia tetap berbuat baik walaupun dalam keadaan marah.”

    (Hilyatul Auliya, jilid 8 hal. 96)

     
  • Ibnu Rusman 01:25 on 23 January 2011 Permalink | Balas
    Tags:   

    CARA MENYIKAPI KESALAHAN SAUDARAMU 

    Umar bin al-Khaththab radhiyallahu anhu berkata:

    إذا رأيتم أخاً لكم زل زلة فسددوه، ووفقوه، وادعوا الله أن يتوب عليه، ولا تكونوا عونا ًللشيطان عليه.

    “Jika kalian melihat salah seorang saudara kalian tergelincir, maka luruskanlah, bimbinglah, berdoalah kepada Allah agar memberinya taubat, dan jangan membantu syaithan untuk menghancurkannya!”

    (Hilyatul Auliya karya Abu Nu’aim al-Ashbahani)

     
  • Ibnu Rusman 01:28 on 21 January 2011 Permalink | Balas
    Tags:   

    JANGAN BERAKHLAQ BURUK JIKA TIDAK MAMPU MEMBANTU ORANG LAIN 

    Ibrahim bin Adham rahimahullah berkata:

    من لم يواس الناس بماله وطعامه وشرابه، فليواسهم ببسط الوجه والخلق الحسن.

    “Siapa yang tidak mampu menyenangkan orang lain dengan harta, makanan, dan minuman yang dia miliki,

    hendaklah dia menyenangkan mereka dengan wajah yang ceria dan akhlaq yang mulia.”

    (Hilyatul Auliya’, jilid 7 hlm. 389)

     
  • Ibnu Rusman 01:32 on 20 January 2011 Permalink | Balas
    Tags:   

    SEGAN TERHADAP ALLAH 

    berkata Al-Fudhail bin Iyadh rahimahullah:

    “Sesungguhnya saja makhluk itu segan terhadapmu berdasarkan kadar seganmu terhadap Allah.”

    (Hilyatul auliya jld.8 hal.110)

     
  • Ibnu Rusman 01:30 on 17 January 2011 Permalink | Balas
    Tags:   

    KISAH DAN PELAJARAN 

    Abu Nuaim menyebutkan di dalam kitab “al-hilyah”:

    “Adalah Abu Muslim Al-Khaulani jika ia masuk ke dalam rumahnya niscaya istrinya mengambil/menyambut selendang dan kedua sendalnya kemudian ia membawakan/menghidangkan makanannya kepadanya.

    Ia (Abu Nuaim) berkisah: lalu ia (Abu Muslim) masuk ke dalam rumah ternyata rumah tersebut di dalamnya tidak terdapat lampu pelita, dan ternyata istrinya sedang duduk-duduk di dalam rumah sambil menundukkan kepala (kearah lantai) menusuk-nusuk kayu yang ada padanya (ke lantai)!!! Lalu ia (Abu Muslim) bertanya kepadanya: ada apa denganmu?!! Ia menjawab: engkau memiliki kedudukan/jabatan dari Mu’awiyah (Khalifah), dan kita tidak memiliki seorang pelayan, maka sekiranya engkau meminta kepadanya maka ia pasti memberikan pelayan kepada kita dan ia pasti memberimu . Lalu ia berdoa:

    اللهم من أفسد على امرأتي فأعم بصرها

    ya Allah, barang siapa yang telah merusak atas istriku maka butakanlah pandangan matanya
    .

    Ia (Abu Nuaim) berkisah: dan sungguh telah datang seorang wanita sebelum itu, lalu ia berkata kepadanya (istrinya Abu Muslim): suamimu memiliki kedudukan/jabatan dari Mu’awiyah maka sekiranya engkau mengatakan kepadanya ia meminta kepada Mu’awiyah memberikan pelayan kepadanya dan ia pasti memberikannya niscaya hidup kalian (menjadi lebih baik)

    Ia (Abu Nuaim) berkisah: maka tatkala wanita tersebut sedang duduk-duduk di dalam rumahnya, iapun mengingkari (apa yang terjadi) terhadap matanya!!! Lalu ia berujar: mengapa lampu pelita kalian ini padam!!!

    Mereka menjawab: tidak!! Lalu iapun tahu bahwa ternyata ia telah menjadi buta, dan iapun mengetahui dosa/kesalahannya.

    Lalu iapun segera menuju kepada Abu Muslim sambil menangis dan meminta kepadanya berdoa kepada Allah untuknya agar Allah mengembalikan pandangan matanya.

    Ia (Abu Nuaim) berkisah: lalu ia (Abu Muslim) merasa kasihan terhadapnya maka iapun berdoa kepada Allah untuknya lalu Allah mengembalikan pandangan matanya.”

     

    (Hilyatul auliya 2/130, shifah ash-shafwah, Ibnul Jauzi 4/212)

     
  • Ibnu Rusman 00:38 on 24 September 2010 Permalink | Balas
    Tags:   

    MIMPI TIDAK AKAN MEMBAHAYAKAN SEORANG HAMBA, JIKA DIA BERTAQWA KEPADA ALLAH 

    Muhammad bin Sirin rahimahullah berkata:

    «اتـَّقِ اللهَ فِي الْـيَقَظـَة،ِ لَا يـَضـُرُّكَ مَـا رَأَيْـتَ فِي الْـمَنـَامِ»

    “Bertaqwalah kepada Allah ketika engkau tidak tidur, niscaya tidak akan membahayakan dirimu apa yang engkau lihat dalam mimpi.”

    (Hilyatul Auliya’, jilid 2 hlm. 273)

     
c
Compose new post
j
Next post/Next comment
k
Previous post/Previous comment
r
Balas
e
Sunting
o
Show/Hide comments
t
Pergi ke atas
l
Go to login
h
Show/Hide help
shift + esc
Batal