AKHLAK ORANG YANG BERILMU

Syaikh Abdurrahman Bin Nasir As-Sa’di berkata:

“Dan perkara yang harus ada pada orang yang berilmu adalah

  • menghiasi dirinya dengan kandungan ilmu yang ia pelajari dari akhlaq yang mulia,
  • mengamalkan ilmunya dan
  • menyebarkannya kepada manusia.

Orang yang berilmu adalah orang yang paling berhaq untuk menghiasi dirinya dengan
akhlaq yang mulia dan menjauhi dari akhlaq yang tidak baik, dia juga merupakan orang yang paling berhaq untuk mengamalkan kewajiban baik yang dhohir maupun yang batin dan menjauhi perkara yang haram,

hal ini disebabkan karena

mereka memiliki ilmu dan pengetahuan yang tidak dimiliki oleh orang lain, mereka adalah Qudwah (suri tauladan) bagi manusia dan manusia akan mengikuti mereka, dan juga dikarenakan mereka akan mendapatkan celaan lebih banyak ketika mereka tidak mengamalkan ilmunya dari pada orang yang tidak berilmu.

Dan sesungguhnya ulama-ulama salaf senantiasa menjadikan amal sebagai alat untuk menghafal ilmu, karena ilmu jika diamalkan maka akan kokoh dan dihafal,

demikian juga akan semakin bertambah dan banyak barokahnya.

Akan tetapi jika ilmu tidak diamalkan maka ia akan pergi dan barokahnya akan hilang. Maka ruh kehidupan ilmu adalah pengamalannya baik dengan akhlaq, mengajarkan, ataupun berda’wah”.

(Lihat ‘Awa’iqut Tholab: 90 karya Syaikh Abdus Salam Bin Barjas)