Nasehat untuk anak-anaku

Wahai Anak-anaku…

Berhati-hatilah dengan kata-katamu, Jagalah lisanmu, berbicaralah yang baikatau diam.
Jangan kau terlalu banyak menulis sesuatu yg tdk bermanfaat di fb atau twittermu,buanglah atau hapus sesuatu yag tidak perlu di statusmu karna itu akan dimintaper-tanggungjawab-kan di akhirat kelak.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallambersabda, ^Sesungguhnya ada seorang hamba yang berbicaradengan suatu perkataan yang tidak dipikirkan bahayanya terlebih dahulu,sehingga membuatnya dilempar ke neraka dengan jarak yang lebih jauh dari padajarak antara timur dan barat.^ (HR. Muslim)

Allah Ta’ala berfirman (yang artinya), ^Haiorang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan setiap diri hendaklahmemperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat)…^(QS.Al Hasyr: 18)

Orang berakal wajib melihat waktunya, menanganiurusannya, dan menjaga lidahnya. Barangsiapa menghitung perkataannya termasukbagian dari amal perbuatannya, niscaya ia sedikit berbicara kecuali apa-apayang bermanfaat baginya

Wahai Anak-anaku …

Janganlah terlalu banyak berkeluh kesah di status fb-mu dan mengharap belaskasihan dari teman-temanmu. Sebagaimana seorang salaf pernah berkata ^Jika engkau mengeluhkan (kondisimu) kepada anakAdam maka sesungguhnya…  Engkau sedangmengeluhkan Allah Yang Maha Penyayang kepada anak Adam yang bukan penyayang…

Berkeluh kesahlah hanya kepada Allah sebagamanaRasululloh bersabda ^Jika kamu meminta, mintalahkepada Allah. Jika meminta pertolongan, mintalah pertolongan kepada Allah^(Riwayat At Tirmidzi)

Lihatlah Nabi Ya’qub ‘alaihissalam ketikamenghadapi kesedihan berupa kehilangan putranya, Yusuf, sehingga anak-anaknyayang lain mengiranya akan bertambah sakit dan sedih.

Maka dengarlah jawabanNabi Ya’qub yang perlu diteladani setiap muslim,

Dia (Ya’qub) menjawab: ^Sesungguhnya hanyalahkepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku.^ (QS Yusuf:86)

Wahai anak-anaku …

Ingatlah setiap kata yang kita ucapkan, baik perkataanyang baik atau buruk akan selalu dicatat oleh malaikat yang setiap saatmengawasi kita.

Allah Ta’ala berfirman(yang artinya), ”Tiada suatu ucapanpun yangdiucapkannya melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir.”(QS. Qaaf: 18).

Imam Ahmad pernah didatangi oleh seseorang dan beliaudalam keadaan sakit. Kemudian beliau merintih karena sakit yang dideritanya.Lalu ada yang berkata kepadanya (yaitu Thowus, seorang tabi’in yang terkenal),“Sesungguhnya rintihan sakit juga dicatat (oleh malaikat).” Setelah mendengar nasehatitu, Imam Ahmad langsung diam, tidak merintih. Beliau takut jika merintihsakit, rintihannya tersebut akan dicatat oleh malaikat. (Silsilah Liqo’at Al Bab Al Maftuh,11/5)

Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu pernah mengatakan,“Tiada yang pernah kusesali selain keadaan ketika matahari tenggelam, masahidupku berkurang, namun amalanku tidak bertambah.”

“Sesungguhnya seorang Mukmin itu melihat dosa-dosanya seolah-olah dia berada di kaki sebuah gunung, dia khawatir gunung itu akan menimpanya.
Sebaliknya, orang yang durhaka melihat dosa-dosanya seperti seekor lalat yang hinggap di atas hidungnya, dia mengusirnya dengan tangannya –begini–, maka lalat itu terbang”. (HR. at-Tirmidzi)

Haurgeulis, 1 Mei 2014