KEKUASAAN ITU NILAINYA TAK LEBIH DARI SEGELAS AIR.

Pada suatu hari Ibnu Samak pernah masuk ke istana Harun ar-Rasyid, maka ar-Rasyid meminta untuk di hadirkan air minum untuknya.

Berkata Ibnu Samak kepada beliau: “Wahai amirul mu’minin,demi Allah (saya bertanya kepadamu, jika seandainya engkau terhalangi (oleh penyakit dan tidak bisa meminum air ini kecuali harus mengobati terlebih dahulu, berapa dirham akan engkau bayar?”

Beliau menjawab: “Dengan setangah kerajaanku”.

Ibnu Samak bertanya lagi: “Kalau seandainya setelah kamu meminumnya lantas tidak bisa keluar dari badanmu, berapa banyak akan kamu bayar?

Beliau menjawab, “Dengan setengahnya lagi dari kekuasaanku”.

Ibnu Samak lantas mengatakan kepadanya, “Sungguh kerajaanmu nilainya tidak lebih dari segelas air, oleh karena itu tidak selayaknya untuk saling berlomba-lomba untuk mendapatkanya”.

(Kitab Syadzraat dzahab fii akhbaari man dzahaba karangan Ibnul Amaad al-Hanbali juz 1/336)