BERLEBIHAN DALAM MEMUJI

Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu bercerita,

Suatu hari ada seseorang yang berkata, ^Wahai Muhammad, wahai sayyiduna (pemimpin kami), putra sayyidina, wahai orang yang terbaik di antara kami, putra orang terbaik di antara kami!^.

Rasalullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, ^Wahai para manusia, bertakwalah kalian! Jangan biarkan setan menyesatkan kalian. Aku adalah Muhammad bin Abdullah; hamba Allah dan Rasul-Nya. Demi Allah, aku tidak suka kalian mengangkatku melebihi kedudukan yang telah Allah tentukan untukku”. (HR. Ahmad 20/23 no. 12551) dan dinilai shahih oleh adh-Dhiya’ al-Maqdisy (5/25 no. 1627).

>>>Rasulullah Shalallahu’alaihi wasallam telah mewanti-wanti umatnya agar jangan berbuat seperti Nashara. Beliau bersabda :

^Janganlah kalian berlebihan dalam, memujiku Sebagaimana kaum Nasrani berlebihan dalam memuji Isa bin Maryam. Sesungguhnya aku hanyalah seorang hamba, maka ucapkanlah, “(Muhammad adalah) hamba Allah dan Rasul-Nya^ (HR. Bukhari 6/478 no. 3445) dari Umar bin Khatthab radhiyallahu ‘anhu)

Sesungguhnya melampaui batas akan menjerumuskan kepada kekafiran, Maka hendaknya kita mencukupkan diri dengan sesuatu yang ada DALIL-nya.

Allah berfirman,

وَمَا آتَاكُمُ الرَّسُولُ فَخُذُوهُ وَمَا نَهَاكُمْ عَنْهُ فَانْتَهُوا وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ

^Dan apa yang dibawa Rasul kepadamu, maka terimalah ia, dan apa yang dilarangnya bagimu, maka tinggalkanlah ia, dan bertaqwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah keras siksaan- Nya.^(QS. Al Hasyr: 7)

لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا

“Sesungguhnya telah ada pada diri Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam suri tauladan yang baik bagimu, yaitu bagi orang orang yang mengharap (rahmat) Allah, dan (kedatangan) hari kiamat, dan dia banyak menyebut Allah.” (Al Ahzab: 21)