ASAL MULA KELOMPOK FATIMIYYIN / BATHINIYYAH (Pencetus Perayaan Maulid Nabi)

Pada tahun 317 H muncul di Maroko sebuah kelompok yang di kenal dengan Fatimiyyun (pengaku keturunan Fatimah binti Ali bin Abi Tholib) yang di pelopori oleh Abu Muhammad Ubeidullah bin Maimun al-Qoddah. Dia adalah seorang Yahudi yang berprofesi sebagai tukang wenter (jasa pewarna baju), dia pura-pura masuk ke Islam lalu pergi ke Silmiyah (Maroko). Kemudian dia mengaku sebagai keturunan Fatimah binti Ali bin Abi Tholib dan hal ini pun di percaya dengan mudah oleh orang-orang di Maroko hingga dia memiliki kekuasaan.

Seorang ahli sastra Arab dan penyair pengikut mazhab Syafi’i yang bernama Ahmad bin Muhammad bin Ibrahim bin Kholkhon (608 H – 681 H) berkata tentang nasab Ubeidillah bin Maimun al-Qoddah : ^Semua Ulama sepakat untuk mengingkari silsilah nasab keturunannya dan mereka semua mengatakan bahwa, semua yang menisbatkan dirinya kepada Fatimiyyun adalah pendusta. Sesungguhnya mereka itu berasal dari Yahudi keturunan al-Qoddah. Ubeidillah binasa pada tahun 322 H, tapi keturunannya yang bernama al-Mu’iz bisa berkuasa di Mesir dan kekuasan Ubeidiyyun atau Fatimiyyun ini bisa bertahan hingga 2 abad lamanya hingga mereka dibinasakan oleh Sholahuddin al-Ayubi pada tahun 546 H.^ (Lihat Firoq Mu’ashiroh oleh DR Gholib Al-’Awajih 2/493-494)

Ubeidullah al-Qoddah ini adalah pendiri madzhab/aliran Bathiniyyah yang didirikan untuk menghancurkan Islam dari dalam. Aqidah mereka sudah keluar dari Islam bahkan mereka lebih sesat dan lebih berbahaya dari Yahudi dan Nasrani. Tidak ada yang bisa membuktikan akan hal ini kecuali sejarah mereka yang bengis dan kejam terhadap kaum muslimin, kelompok inilah yang membunuh para jama’ah haji yang sedang berthowaf pada hari Tarwiyah (8 Dzulhijjah). Mereka jadikan Masjid Haram dan Ka’bah lautan darah di bawah kepemimpinan Abu Thohir al-Janaabi.

Ketika pembantaian terhadap kaum muslimin itu, Abu Thohir mengatakan : ^Akulah Allah, Akulah Allah, Akulah yang menciptakan dan Akulah yang membinasakan^. ^Dimana itu burung (Ababil), mana itu batu-batu yang (di buat melempar Abrahah)???^.

Setelah itu mereka buang jasad-jasad tersebut ke sumur zam-zam. Dan mereka cungkil pintu Ka’bah, mereka sobek kiswah Ka’bah serta mereka ambil hajar aswad dengan paksa dan mereka menyimpan hajar aswad di Mesir selama 22 tahun. (Lihat Bidayah wan Nihayah hal. 160-161 oleh Ibnu Katsir).

Di sebutkan didalam kitab Al-Bida’ Al-Hauliyah Hal. 145, oleh Abdullah bin Abdul Aziz at-Tuwaijiry bahwa kelompok inilah yang pertama kali mengadakan perayaan Maulid Nabi. Mereka mempunyai cita-cita untuk merubah agama Islam dan memasukkan hal-hal yang bukan dari agama agar menjauhkan kaum muslimin dari agama yang benar ini. -Wallahu’alam