Kesalahan Kitab Barzanji, Qashidah Burdah, Maulid Diba’, Rotib Al Haddad dan Maulid Syarafil Anam [+ Scan Buku Terjemahan]




Kitab Barzanji adalah kitab yang sangat popular di kalangan kaum Muslimin di Indonesia. Kitab ini merupakan bacaan wajib pada acara-acara Barzanji atau diba’ yang merupakan acara rutin bagi sebagian kaum muslimin di Indonesia.

Kitab Barzanji ini terkandung di dalam kitab Majmu’atu Mawalid wa-Ad’iyyah yang merupakan kumpulan dari beberapa tulisan seperti: Qoshidah Burdah, Maulid Syarafil Anam, Maulid Barzanji, Aqidatul Awwam, Rotib al-Haddad, Maulid Diba’i, dan yang lainnya.

Kitab yang popular ini di dalamnya banyak sekali penyelewengan-penyelewengan dari syari’at Islam bahkan berisi kesyirikan dan kekufuran yang wajib dijauhi oleh setiap Muslim. Karena itulah Insya Allah dalam pembahasan kali ini akan kami jelaskan kesesatan-kesesatan kitab ini dan kitab-kitab yang menyertainya dalam kitab, sebagai nasehat keagamaan bagi saudara-saudara kaum muslimin dan sekaligus sebagai jawaban kami atas permintaan sebagian pembaca yang menanyakan isi kitab ini. Dan sebagai catatan bahwa cetakan kitab yang kami jadikan acuan dalam pembahasan ini adalah cetakan PT. Al-Ma’arif Bandung.

Maulid Barzanji dan Kesesatan-Kesesatannya

Maulid Barazanji yang terkandung dalam kitab Majmu’atu Mawalid wa Ad’iyyah ini dalam halaman 72-147, di dalamnya terdapat banyak sekali kesalahan-kesalahan dalam aqidah, seperti kalimat-kalimat yang ghuluw (melampaui batas syar’i) terhadap Nabi, kalimat-kalimat kekufuran, kesyirikan, serta hikayat-hikayat lemah dan dusta.

Di antara kesesatan-kesesatan kitab ini adalah:

1. Mengamini Adanya “Nur Muhammad”

Penulis berkata dalam halaman 72-73:

وأصلى و أسلم على النور الموصوف بالتقدم و الأولية

Dan aku ucapkan selawat dan salam atas cahaya yang disifati dengan yang dahulu dan yang awal

Kami katakan: ini adalah aqidah Shufiyyah yang batil, orang-orang Shufiyyah beranggapan bahwa semua yang ada di alam semesta ini diciptakan dari nur (cahaya) Muhammad kemudian bertebaran di alam semesta. Keyakinan ini merupakan ciri khas dari kelompok Shufiyyah, keyakinan mereka ini hampir-hampir selalu tercantum dalam kitab-kitab mereka.

Ibnu Atho as-Sakandari berkata: “Seluruh nabi diciptakan dari Ar-Rohmah dan Nabi kita Muhammad adalah ‘Ainur Rahmah.” (Lathaiful Minan hal. 55)

Merupakan hal yang diketahui setiap muslim bahwasanya Rasulullah adalah manusia biasa yang dimuliakan oleh Allah dengan risalah-Nya sebagaimana para rasul yang lainnya, Allah berfirman:

قُلْ إِنَّمَا أَنَا بَشَرٌ مِثْلُكُمْ يُوحَى إِلَيَّ أَنَّمَا إِلَهُكُمْ إِلَهٌ وَاحِدٌ فَمَنْ كَانَ يَرْجُوا لِقَاءَ رَبِّهِ فَلْيَعْمَلْ عَمَلًا صَالِحًا وَلَا يُشْرِكْ بِعِبَادَةِ رَبِّهِ أَحَدًا(110

“Katakanlah:”Sesungguhnya aku ini hanya seorang manusia seperti kalian, yang diwahyukan kepadaku:”Bahwa sesungguhnya Ilah kalian itu adalah Ilah Yang Esa”.” (QS. Al-Kahfi : 110)

1. Membawakan Hikayat-Hikayat Dusta Seputar Kelahiran Nabi

Penulis berkata dalam halaman 77-79 dari kitab Majmu’atu Mawalid wa Ad’iyyah ini:

و نطقت بحمله كل دابة لقريش بفصاح الألسن العربية
و خرت الأسرة و الأصنام على الوجوه و الأفواه
و تباشرت وحوش المشارق و المغارب و دوابها البحرية
حضر أمه ليلة مولده اسية و مريم في نسوة من الحظيرة القدسية

Dan memberitahukan tentang dikandungnya beliau setiap binatang ternak Quraisy dengan Bahasa Arab yang fasih!

Dan tersungkurlah tahta-tahta dan berhala-berhala atas wajah-wajah dan mulut-mulut mereka!

Dan saling memberi kabar gembira binatang-binatang liar di timur dan di barat beserta binatang-binatang lautan!

Saat malam kelahirannya datang kepadanya ibunya Asiyah dan Maryam beserta para wanita dari surga!

Kami katakan: Kisah ini adalah kisah yang lemah dan dusta sebagaimana yang dijelaskan oleh para ulama hadits. (Lihat Siroh Nabawiyyah Shohiihah 1/97-100)

1. Bertawassul denga Dzat Nabi

Penulis berkata pada halaman 106 dari kitab Majmu’atu Mawalid wa Ad’iyyah ini:

و نتوسل إليك بشرف الذات المحمدية
و من هو آخر الأنبياء بصورته و أولهم بمعناه
وبآله كواكب أمن البرية

Dan kami bertawassul kepadaMu dengan kemuliaan dzat Muhammad
Dan yang dia adalah akhir para nabi secara gambaran dan yang paling awal secara makna
Dan dengan para keluarganya bintang-bintang keamanan manusia

Kami katakan: Tawassul dengan dzat Nabi dan keluarganya serta orang-orang yang sudah mati adalah tawassul yang bid’ah dan dilarang. Tidak ada satupun doa-doa dari Kitab dan Sunnah yang terdapat di dalamnya tawassul dengan jah atau kehormatan atau hak atau kedudukan dari para makhluk. Banyak para imam yang mengingkari tawasssul-tawassul bid’ah ini. al-Imam Abu Hanifah berkata: “Tidak selayaknya bagi seorang pun berdoa kepada Allah kecuali denganNya, aku membenci jika dikatakan: “Dengan ikatan-ikatan kemuliaan dari arsyMu, atau dengan hak makhlukMu.” Dan ini juga perkataan al-Imam Abu Yusuf. (Fatawa Hindiyyah 5/280)

Syeikh al-Albani berkata: “ Yang kami yakin dan kami beragama kepada Allah dengannya bahwa tawassul-tawassul ini tidaklah diperbolehkan dan tidak disyari’atkan, karena tidak ada dalil yang bisa dijadikan hujjah padanya, tawassul-tawassul ini telah diingkari oleh para ulama ahli tahqiq dari masa ke masa.” (at-Tawassul anwa’uhu wa Ahkamuhu hal. 46-47)

1. Menyatakan Bahwa Kedua Orang Tua Nabi Dihidupkan Lagi dan Masuk Islam

Penulis berkata dalam halaman 114:

وقد أصبحا والله من أهل الإيمان
و جاء لهذا في الحديث شواهد
فسلم فإن الله جل جلاله
قدير على الإحياء فى كل أحيان

Dan sesungguhnya keduanya (Abdullah dan Aminah) telah menjadi ahli iman
Dan telah datang hadits tentang ini dengan syawahidnya (penguat-penguatnya)
Maka terimalah karena sesungguhnya Allah mampu menghidupkan di setiap waktu

Kami katakan: Hadits tentang dihidupkannya kedua orang tua Nabi dan berimannya keduanya kepada Nabi adalah hadits yang dusta. Syaikh Ibnu Taimiyyah berkata: “Hadits ini tidak shohih menurut ahli hadits, bahkan mereka sepakat bahwa hadits itu adalah dusta dan diada-adakan…Hadits ini di samping palsu juga bertentangan dengan al-Qur’an, hadits shohih dan ijma.”(Majmu’ Fatawa 4/324)

1. Berdoa dan Beristighotsah kepada Nabi

Penulis berkata dalam halaman 1114:

يا بشير يا نذير
فأغثني و أجرني يا مجير من السعير
يا ولي الحسنات يا رفيع الدرجات
كفر عني الذنوب و اغفر عني السيأت

Wahai pemberi kabar gembira dan pemberi peringatan
Tolonglah aku dan selamatkan aku, wahai penyelamat dari neraka Sa’ir
Wahai pemilik kebaikan-kebaikan dan pemilik derajat-derajat
Hapuskanlah dosa-dosa dariku dan ampunilah kesalahan-kesalahanku

Kami katakan: Ini adalah kesyirikan dan kekufuran yang nyata karena penulis berdoa kepada Nabi dan menjadikan Nabi sebagai penghapus dosa, dan penyelamat dari azab neraka, padahal Allah berfirman:

قُلْ إِنَّمَا أَدْعُو رَبِّي وَلَا أُشْرِكُ بِهِ أَحَدًا(20)قُلْ إِنِّي لَا أَمْلِكُ لَكُمْ ضَرًّا وَلَا رَشَدًا(21)قُلْ إِنِّي لَنْ يُجِيرَنِي مِنَ اللَّهِ أَحَدٌ وَلَنْ أَجِدَ مِنْ دُونِهِ مُلْتَحَدًا(22

“Katakanlah: “Sesungguhnya Aku hanya menyembah Rabbku dan akau tidak mempersekutukan sesuatupun denganNya.” Katakanlah: “Sesungguhnya aku tidak kuasa mendatangkan suatu kemudharatan pun kepadamu dan tidak pula suatu kemanfaatan.” Katakanlah: “Sesungguhnya aku sekali-kali tiada seorangpun dapat melindungiku dari (azab) Allah dan sekali-kali aku tidak akan memperoleh tempat berlindung selain daripada-Nya.” (QS. Al-Jin: 20-22)

Syaikh Abdur Rohman bin Nashir as-Sa’di berkata: “Katakanlah kepada mereka wahai rosul sebagai penjelasan dari hakikat dakwahmu: “Sesungguhnya Aku hanya menyembah Rabbku dan aku tidak mempersekutukan sesuatupun denganNya.” Yaitu aku mentauhidkan-Nya, Dialah Yang Maha Esa tidak ada sekutu bagi-Nya. Aku lepaskan semua yang selain Allah dari berhala dan tandingan-tandingan, dan semua sesembahan yang disembah oleh orang-orang musyrik selain-Nya. “Katakanlah: “Sesungguhnya aku tidak kuasa mendatangkan suatu kemudharatan pun kepadamu dan tidak pula suatu kemanfaatan.” Karena aku adalah seorang hamba yang tidak memiliki sama sekali perintah dan urusan. .” Katakanlah: “Sesungguhnya aku sekali-kali tiada seorangpun dapat melindungiku dari (azab) Allah dan sekali-kali aku tidak akan memperoleh tempat berlindung selain daripada-Nya.” Yaitu tidak ada seorang pun yang dapat aku mintai perlindungan agar menyelamatkanku dari adzab Allah. Jika saja Rasulullah yang merupakan makhluk yang paling sempurna, tidak memiliki kemadhorotan dan kemanfaatan, dan tidak bisa menahan dirinya dari Allah sedikitpun, jika Dia menghendaki kejelekan padanya, maka yang selainnya dari makhluk lebih pantas untuk tidak bisa melakukan itu semua.” (Tafsir al-Karimir Rohman hal. 1522 cet. Dar Dzakhoir)

Ayat-ayat di atas dengan jelas menunjukkan atas larangan berdo’a kepada Rasulullah dan bahwa Rasulullah tidak bisa menyelamatkan dirinya dari adzab Allah apalagi menyelamatkan yang lainnya !

Qoshidah Burdah Dan Kesesatan-Kesesatannya

Qoshidah Burdah terkandung dalam kitab Majmu’atu Mawalid wa Ad’iyyah di dalam halaman 148-173. Qoshidah ini ditulis oleh Muhammad al-Bushiri seorang tokoh tarikat Syadziliyyah.

Qoshidah Burdah adalah kumpulan bait-bait sya’ir yang di dalamnya terdapat banyak sekali kalimat-kalimat kesyirikan dan kekufuran yang nyata, di antara bait dari qoshidah tersebut adalah:

فإن من جودك الدنيا و ضرتها
ومن علومك علم اللوح والقلم

Maka sesungguhnya dunia dan akhirat adalah dari kemurahanmu wahai Nabi
Dan dari ilmumu ilmu lauh dan qolam (hal 172 dari kitab Majmu’atu Mawalid wa Ad’iyyah)

Syaikh Muhammad bin Sholih al-Utsaimin mengomentari perkataan Bushiri di atas dengan berkata: “Ini termasuk kesyirikan yang terbesar, karena menjadikan dunia dan akhirat berasal dari Nabi yang konsekwensinya bahwasanya Allah sama sekali tidak punya peran…” (Qaulul Mufid 1/218)

Maulid Syarofil-Anam dan Kesesatan-Kesesatannya

Maulid Syarofil Anam terkandung dalam kitab Majmu’atu Mawalid wa Ad’iyyah ini dalam halaman 217, dia juga merupakan kumpulan bait-bait sya’ir yang di dalamnya terdapat banyak sekali kalimat-kalimat yang ghuluw terhadap Nabi, di antara contoh-contoh kalimat tersebut adalah:

السلام عليك يا ماحي الذنوب
السلام عليك يا جالي الكروب

Keselamatan semoga terlimpah atas mu wahai penghapus dosa
Keselamatan semoga terlimpah atasmu wahai penghilang duka-duka (kitab Majmu’atu Mawalid wa Ad’iyyah hal. 3 dan 4)

يا رسول الله يا خير كل الأنبياء
نجنا من هاوية يا زكي المنصب

Wahai Rasulullah wahai yang terbaik dari semua Nabi
Selamatkanlah kami dari neraka Hawiyah wahai pemilik jabatan yang suci (hal. 8 dari kitab Majmu’atu Mawalid wa Ad’iyyah)

Kami katakan: Ini adalah kesyirikan dan kekufuran yang nyata karena penulis berdoa kepada Nabi dan menjadikan Nabi sebagai penghapus dosa, penghilang kedukaan, dan penyelamat dari azab neraka, padahal Nabi tidak kuasa mendatangkan suatu kemudhorotan pun dan tidak pula suatu kemanfaatan kepada siapa pun, tiada seorang pun dapat melindunginya dari azab Allah dan tidak akan memperoleh tempat berlindung selain daripada-Nya, sebagaimana dalam ayat 20-22 dari Surat al-Jin di atas.

Kemudian di dalam kitab Maulid Syarofil Anam juga terkandung banyak kisah-kisah yang lemah dan dusta sebagaimana dalam kitab Barzanji di atas, seperti kisah bahwasanya ibunda Rasulullah ketika mengandung beliau tidak merasa berat sama sekali, Rasulullah dilahirkan dalam keadaan sudah dikhitan, bercelak, berhala-berhala jatuh tersungkur, bergoncanglah singgasana Kisro, dan matilah api orang-orang Majusi (kitab Majmu’atu Mawalid wa Ad’iyyah hal. 10-12). Kisah-kisah ini adalah kisah-kisah yang lemah dan dusta sebagaimana dijelaskan oleh para ulama hadits (Lihat Siroh Nabawiyah Sohihah 1/97-100).

(Dipetik dari tulisan Abu Ahmad As-Salafi, Majalah Al-Fuqon, Gresik, edisi 09 tahun VI/ Robi’uts Tsani 1428 /Mei 2007, halaman 41-44).

________________________________

Fatwa: Maulid Al-Barzanji Bid’ah

Pertanyaan:
Di sisi kami ada yang dinamai dengan Al-Barzanji, yaitu ekspresi untuk berkumpulnya orang-orang lalu mereka mengulang-ulang sierah/ sejarah Rasul dan mereka bershalawat atasnya dengan lagu tertentu dan mereka mengerjakannya itu di sisi kami dalam acara-acara atau dalam pengantenan-pengantenan.

Fatwa:
Al-hamdulillah, shalawat dan salam atas Rasulillah dan atas keluarganya dan sahabatnya. Adapun setelah itu: Maka ini adalah perkara muhdats (diada-adakan secara baru, kata lain dari bid’ah, red), tidak pernah dikerjakan oleh (para sahabat) orang sebaik-baik ummat ini sesudah nabinya, yaitu mereka para sahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam beserta agungnya kecintaan mereka terhadap beliau. Seandainya itu baik maka pasti mereka telah mendahului kita kepadanya.

Kita wajib mengagungkan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, dan kita saling mengkaji sierah/ sejarah beliau agar kita mendapatkan petunjuk dengan pentunjuk beliau dan mengikuti jejak beliau, tetapi beserta ikut kepada beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam hal yang disyari’atkannya, dan tidak membuat-buat ibadah-ibadah baru yang beliau tidak membawakannya, atau tambahan atas ibadah-ibadah yang telah disyari’atkannya. Karena hal itu termasuk sebab-sebab ditolaknya amal atas pelakunya. Maka sungguh telah bersabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam:

“ مَنْ عَمِلَ عَمَلاً لَيْسَ عَلَيهِ أمرُنا فَهُوَ رَدٌّ ” رواه البخاري ومسلم

Barangsiapa beramal suatu amalan bukan berdasarkan atas perintah kami maka dia tertolak. (Diriwayatkan Al-Bukhari, Muslim dan lainnya)

Wallahu a’lam

(Mufti Markaz fatwa dengan bimbingan Dr Abdullah Al-Faqih, Fatawa Ash-Shabakah Al-Islamiyyah juz 8 halaman 147, nomor fatwa 15215, judul: Maulid Al-Barzanji bid’ah, tanggal fatwa 28 Muharram 1423H/ islamweb).

Teks Fatwa: Maulid al-Barzanji Bid’ah:

فتاوى الشبكة الإسلامية – (ج 8 / ص 147)

رقم الفتوى : 15215

عنوان الفتوى : مولد البرزنجي بدعة

تاريخ الفتوى : 28 محرم 1423

السؤال

عندنا شيء يسمى بالبرزنجي وهو عبارة أن يجتمع الناس فيرددون سيرة الرسول ويصلون عليه بنغم معين ويفعلونه عندنا في المناسبات أو في الاعراس؟

الفتوى

الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أما بعد:

فهذا أمر محدث لم يفعله خير هذه الأمة بعد نبيها، وهم أصحاب رسول الله صلى الله عليه وسلم مع عظيم حبهم له، ولو كان خيراً لسبقونا إليه.

وعلينا أن نعظم النبي صلى الله عليه وسلم ونتدارس سيرته لنهتدي بهديه ونقتفي أثره، ولكن مع الاتباع له صلى الله عليه وسلم فيما شرعه، وعدم إحداث عبادات لم يأت بها، أو الزيادة على العبادات التي شرعها، فإن ذلك من أسباب رد العمل على صاحبه، فقد قال صلى الله عليه وسلم: “من عمل عملاً ليس عليه أمرنا فهو رد” رواه البخاري ومسلم وغيرهما، وقد سبق بيان تعريف البدعة وضوابطها في جواب برقم: 631 فليراجع.

والله أعلم.

المفتي: مركز الفتوى بإشراف د.عبدالله الفقيه

Ini isi Ratib Al Haddaad yang disusun oleh Syaikh Syariifil Quthbil Ghauts ‘Abdillah ibni ‘Alawil Haddad Baa ‘Alawiy dari Yaman

• Mengirimkan Al Fatihah kepada Nabi Muhammad, keluarganya, para sahabatnya.Baca: ilaa hadhratin Nabiy…yi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam wa ahli baitihi wa ‘ala alihi wa shahbihi wa sallim , Baca Al Fatihah 1 x
• Membaca Ayat Kursi (Al Baqarah 255):
Allaahu laa ilaha illa huwal hayyul qayyuum laa ta’khudzuhu sinatuw wa laa naum lahu maa fis samawaati wa maa fil ardhi man dzal ladzii yasyfa’u ‘indahu illa bi idznih, ya’lamu maa baina aidiihim wa maa khalfahum wa laa yuhiithuuna bi syai-im min ‘ilmihi illa bimaa syaa’, wasi’a kursiyyuhus samawaati wal ardha wa laa yauduhu hifzhuhumaa wahuwal ‘aliyyul ‘azhiim (255)
• Membaca Al Baqaroh ayat ,285,286:
Aamanar rasuulu bimaa unzila ilaihi mir rabbihii wal mu’minuun, kullun aamana billaahi wa malaa-ikatihii wa kutubihii wa rusulihii laa nufarriqu baina ahadim mir rusulihii wa qaaluu sami’naa wa atha’naa ghufraanaka rabbanaa wa ilaikal mashiir (285)
Laa yukallifullaahu nafsan illa wus’ahaa lahaa maa kasabat wa ‘alaihaa maktasabat, rabbanaa laa tu’aakhidznaa in nasiinaa aw akhtha’naa rabbanaa wa laa tahmil ‘alainaa ishran kamaa hamaltahuu ‘alal ladziina min qablinaa rabbanaa wa laa tuhammilna maa laa thaa-qata lanaa bihii wa’fu ‘annaa waghfirlanaa warhamnaa anta maulaanaa fanshurnaa ‘alal qaumil kaafiriin (286)
• Laa ilaha illallahu wahdahu laa syariikalah lahul mulku wa lahul hamdu yuhyii wa yumiitu wa huwa ‘alaa kulli syai-in qadiir ———3X
• Subhaanallahi wal hamdu lillahi wa laa ilaha illallah wallahu akbar———-3X
• Subhaanallahi wa bihamdihi subhaanallahil ‘azhiim ———-3X
• Rabbighfirlanaa wa tub ‘alainaa, innaka antat tawwaabur rahiim————3X
• Allahumma shalli ‘alaa Muhammadin Allahumma shalli ‘alaihi wa sallim——-3X
• A’udzu bikalimaatillahit tammati min syarri maa khalaq———3X
• Bismillahilladzii laa yadhurru ma’asmihi syaiun fil ardhi wa laa fis samaa-i wahuwas samii’ul ‘aliim——–3X
• Radhiina billahi rabba wa bil islaami diina wa bimuhammadin nabiyya———–3X
• Bismillahi walhamdulillahi al khairu wasy syarru bimasyiiatillah———-3X
• Aamannaa billahi wal yaumil aakhiri tubnaa ilallahi baathinan wa zhaahira——–3X
• Yaa rabbanaa wa’fu ‘anna wamhulladzii kaana minna———3X
• Yaa dzal Jalaali wal Ikraam amitnaa ‘alaa diinil islaam———-7X
• Yaa qawiyyu yaa matiinu ikfi syarrazh zhaalimiin————3X
• Ashlahallahu umuural muslimiina sharafallahu syarral mu’dziin———3X
• Yaa ‘Aliyyu Yaa Kabiiru, Yaa ‘Aliimu Yaa Qadiiru, Yaa Samii’u Yaa Bashiiru, Yaa Lathiifu Yaa Khabiiru ———3X
• Yaa faarijal hammi yaa kaasyifal ghammi yaa man li’abdihi yaghfir wa yarham—-3X
• Astaghfirullaha rabbal baraaya astaghfirullaha minal khathaayaa———-10x/ 50X / 100X
• Laa ilaaha illallah, laa ilaaha illallah——–50X / 100 X
• Laa ilaaha illallah Muhammadur rasuulullahi shallallahu ‘alaihi wa sallam wa syarrafa wa karrama wa majjada wa azhzhama wa radhiyallahu ‘an ahli baitihith thayyibiinath thaahiriina wa ash-haabihil akraamiina wa azwaajihith thaahiraati,ummahatil mu’miniina wat taabi’iina lahum bi ihsaanin ilaa yaumid diin wa ‘alaina ma’ahum wa fiihim birahmatika yaa arhamar raahimiin
• Membaca Surat Al Ikhlash———–3X
• Membaca Surat Mu’awwidzatain………1X (Al Falaq dan An Naas)
• Hadiah Al Fatihah (Empat bagian / arba’ul fawatih)
• Al Faatihah, lisayyidinal Faqiihil Muqaddami Muhammad bani ‘Alii Baa ‘Alawii wa ushulihi wa furu’ihi wa jamii’a saadaatinaa Ali Abii ‘Alawiy annallaha yuqaddisu arwaahahum fil jannati wa yunawwiru dhara-i hahum, wa yu’iidu ‘alainaa min baraakatihim wa anwaarihim fiddunyaa wal aakhirah. Baca Al Fatihah 1x
• Al Faatihah, lijamii’i saadaatinash shuufiyyati annallaha yuqaddisu arwaahahum fil jannati wa yunawwiru dharaa-i hahum wa yu’iidu ‘alaina min barakaatihim wa anwaarihim wa asraarihim fiddunyaa wal aakhirah wa yulhiqunaa bihim fii khairin wa ‘aafiyah. Baca Al Fatihah 1x
• Al Faatihah, lishaahibir Raatibil Ustaadzi sayyidinasy Syariifil Quthbil Ghauts ‘Abdillahibni ‘Alawil Haddad Baa ‘Alawiy , annallaaha yuqaddisu ruuhahu fil jannati wa yunawwiru dhariihata, wa yu’iidu ‘alaina min barakaatihi wa anwaarihi fiddunya wal aakhirah . Baca Al Fatihah 1x
• Al Faathihah, liwaalidaina wa liwaalidaikum wa amwaatinaa wa amwaatikum wa amwaatil muslimiina ajma’iin, annallaha yaghfiru lahum wa yarhamuhum wa yuskinuhum fil jannati wa yushlihu umuural muslimiina wa yakfiihim syarral mu’dziin, wa yataqabbalu minnaa wa minkum wa yarzuqunaa wa iyyakum husnal khaatimati ‘indal mauti fii khairin wa ‘aafiyatin, wa ilaa hadhratin Nabiyyi Muhammadin Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Baca Al Fatihah 1x.
• Alhamdu lillahi rabbil ‘aalamiin, hamdan yuwaafii ni’amahu wa yukaafii maziidahu, Allahumma shalli ‘ala Muhammadin wa ahli baitihi wa shahbihi wa sallim. Allahumma innaa nas-aluka bihaqqil faatihatil muazh-zhamati wassab’il matsaanii an taftaha lanaa bikulli khairin, wa antaj’alana min ahlil khairin wa an tu’aamilanaa yaa maulaanaa liahlil khairi wa an tahfazhanaa fii adyaaninaa wa anfusinaa wa aulaadinaa wa ash-habinaa wa ahbaabinaa min kulli mihnatin wa bu’sin wa dhairin innaka waliyyu kulli khairin wa mutafadh-dhilun bikulli khairin wa mu’thin likulli khairin yaa arhamar raahimiin
• Allahumma inna nas-aluka ridhaaka wal jannata wa na’udzubika min sakhatika wannaar——–3X
______________________________

Allahu a’lam.

Sumber : http://www.facebook.com/profile.php?id=100001647658388#!/note.php?note_id=498437808517&id=1641726078