MENGAPA ALLAH MENCIPTAKAN KEBAIKAN DAN KEBURUKAN

Allah menciptakan kebaikan dan keburukan untuk menguatkan orang yg beriman, apabila seseorang tertinpa keburukan/musibah sebenarnya untuk latihan bagi seoarng mukmin, ujian bagi kesabarannya.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

“Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, dan kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar, (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan, ‘Innaa lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun.’ Mereka itulah yang mendapatkan keberkahan yang sempurna dan rahmat dari Rabb-nya, dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk.” (Al-Baqarah: 155-157)

Dalam sebuah riwayat disebutkan “Sesungguhnya besarnya balasan itu sesuai dengan besarnya ujian, dan jika Allah mencintai suatu kaum maka Dia menguji mereka. Barangsiapa yang ridha, maka dia mendapatkan keridhaan, dan barangsiapa yang marah (tidak ridha), maka dia mendapatkan kemurkaan.(HR. at-Tirmidzi)

Ibnul Qayyim rahimahullah mengatakan: “Qadha’-Nya bagi hamba yang beriman adalah karunia, meskipun dalam bentuk halangan, dan merupakan suatu kenikmatan, meskipun dalam bentuk ujian, serta ujian-Nya adalah keselamatan, meskipun dalam bentuk bencana.

Ibnu Qutaibah rahimahullah berkata, “Pernyataan yang adil mengenai qadar ialah, hendaklah Anda mengetahui bahwa Allah itu Mahaadil. TIDAK BOLEH BERTANYA, Bagaimana Dia menciptakan?
Bagaimana Dia menakdirkan?, Bagaimana Dia memberi? Dan bagaimana Dia menghalangi?
Tidak ada sesuatu pun yang keluar dari kekuasaan-Nya, tidak ada dalam kerajaan-Nya, yaitu langit dan bumi, melainkan apa yang dikehendaki-Nya, tidak ada hutang bagi seorang pun atas-Nya, dan tidak ada hak bagi seorang pun sebelum-Nya. Jika Dia memberi, maka hal itu adalah dengan anugerah dan jika meng-halangi, maka hal itu adalah dengan keadilan.”
(lihat, al-Inaabah ‘an Syari’atul Firqaah an-Naajiyah, Ibnu Baththah, I/390).

Allahu a’lam